7 Truk Pengangkut Pasir Pantai Ndalir Ditahan Polisi

Metro Merauke – Diduga kuat telah menggali dan mengangkut pasir illegal di Pantai Ndalir, Merauke, Papua, sebanyak tujuh truk ditahan di Polres Merauke. Seluruh kendaraan roda enam itu tengah terparkir di depan Kantor Mapolres Merauke dan dipasang garis polisi.

Kapolres Merauke, melalui Kasat Reskrim, AKP Agus F Pombos membenarkan penahanan 7 truk pengangkut pasir tersebut. Dijelaskannya, sejumlah mobil yang diamankan itu, lantaran kedapatan telah menggali dan mengangkut pasir dari Pantai Ndalir, Sabtu (8/5) lalu.

Diuraikannya, penangkapan dilakukan setalah adanya laporan warga yang melihat adanya 70-80 truk tengah menggali pasir di lokasi (pantai Ndalir).

“Kemudian kita langsung datangi TKP, dan benar, ada akitivitas penggalian pasir. Kita hentikan kendaraan yang tengah mengangkut maupun yang sedang melakukan penggalian,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (11/5).

Ketujuh tersangka masing-masing berinisial Z, T, KB, AT, M, S, dan K telah diamankan bersama barang bukti kendaraan yang berisi pasir serta 2 buah skop yang dgunakan menggali pasir.

Dalam pemeriksaan, kepada petugas para pelaku mengaku, menjual pasir pantai tersebut di wilayah Merauke dengan harga Rp 1.100.000/bak. “Ada yang sudah melakukan aksinya selama 1 tahun maupun ada yang baru beberapa bulan,” katanya.

Menurut Kasat Reskrim, akibat penggalian pasir illegal tersebut, diketahui telah berdampak terjadinya kerusakan lingkungan. Seperti abrasi pantai hingga rusaknya fasilitas umum, jalan raya.

Atas perbuatannya, para pelaku penggali pasir dijerat dengan Pasal 158 Undang-undang Nomor 3 tahun 2020, tentang perubahan atas Undang-undang nomor 4 tahun 2009, tentang penambangan mineral dan batu bara, dengan ancaman 5 tahun penjara. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *