Keluarga Napi yang Meninggal Dikeroyok di Lapas Merauke Minta Pelaku Dihukum Mati

Metro Merauke – Keluarga narapidana yang meninggal akibat dikeroyok oleh sesama warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Merauke, Papua minta agar pelaku dihukum mati.

Pihak keluarga dari 2 korban pengroyokan, Senin sore (10/5) mendatangi Lapas Merauke dan menuntut para pelaku pengroyokan mendapat hukuman berat, karena sudah menghilangkan nyawa anggota keluarganya yang tengah menjalani pembinaan di Lapas setempat.

Salah satu keluarga korban, Hendrikus Gebze mengatakan, kedatangan keluarga korban ke Lapas, tidak lain untuk menuntut keadilan atas peristiwa meninggalnya 2 narapidana di dalam Lembaga Pemasyarakatan, Sabtu (8/5), akibat dikeroyok sesama warga binaan.

“Kami minta Lapas bertanggungjawab atas masalah ini. Keluarga korban minta pelaku mendapat hukuman setimpal, hukuman mati,” ucapnya.

Tak hanya itu, lanjut Hendrikus Gebze, petugas Lapas yang piket saat kejadian pun diminta untuk dipecat, karena dianggap lalai dalam bertugas. “Kita juga minta diberikan asuransi jiwa dari Lapas,” katanya.

Sementara itu Kapolres Merauke, AKBP Untung Sangaji, dihadapan keluarga korban mengatakan, pihaknya sudah mengamakan sejumlah napi maupun petugas Lapas untuk dimintai keterangan berkaitan tewasnya dua narapidana, Sabtu lalu.

Dirinya memastikan, para pelaku yang terlibat dalam peristiwa tersebut, bakal mendapat hukuman berat. “Basudara belum datang, sudah saya ambil tindakan. Sudah kita amankan sejumlah napi, termasuk petugas yang piket pada saat itu. Saya pastikan yang melakukan itu, bisa kita tambah hukuman, mendapatkan hukuman berat, hukuman mati,” tegasnya.

Bahkan, lanjutnya, pasca keributan dan pengroyokan, Polisi kembali melakukan pemeriksaan di dalam lapas. Alhasil, ditemukan adanya sejumlah alat tajam dan telepon genggam milik warga binaan maupun yang didapati ada di dalam ruang tahanan.

“Sebelumnya ada 112 alat tajam yang diserahkan. Kita lanjutkan pemeriksaan Senin pagi, jam 03.30 WIT. Hasilnya, ada 32 alat tajam lagi yang kita temukan,” bebernya.

Diketahui, Sabtu sore (8/5), terjadi keributan di dalam Lapas Kelas II B Merauke. Ke dua korban dikeroyok sesama warga binaan, karena dicurigai menggunakan ilmu hitam terhadap salah satu napi lainnya hingga berujung meninggal dunia. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *