Hasil Uji Loka POM, Takjil di Merauke Bebas Bahan Berbahaya

Metro Merauke – Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Merauke, Papua melakukan pengawasan, peninjauan dan pemeriksaan takjil atau makanan berbuka puasa Ramadan 1442 Hijriah di Jalan Raya Mandala, Senin (10/5).

Sedikitnya puluhan sampel takjil yang berbeda diperiksa untuk di tes, apakah mengandung bahan berbahaya atau tidak. Alhasil, seluruh sampel yang diperiksa diketahui bebas dari bahan berbahaya.

“Untuk pemeriksaan takjil, ada 70 an sampel takjil yang kita ambil dan periksa. Hasilnya, tidak ada temuan bahan yang berbahaya,” ujar Kepala Loka POM Merauke, Agustince Werimon kepada wartawan.

Agustince Werimon menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan program Loka POM untuk pengawasan pangan, dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat terhadap pangan yang beresiko terhadap kesehatan produk pangan olahan, khususnya di bulan Ramadan.

Dikatannya, meski tidak ditemukan adanya bahan berbahaya dalam olahan takjil, kata Agustince, pihaknya akan terus melakukan pemantaua terhadap penjulan takjil. “Ini program yang secara rutin setiap tahun kita lakukan. Baik di bulan Ramadan maupun pada saat jelang Natal dan tahun baru,” terangnya.

Disamping pemeriksaan takjil, lanjutnya, Loka POM juga melakukan intensifikasi pengawasan sarana. “Jadi, seminggu sebelum puasa sudah dilakukan pengawasan di sasarana distribusi. Targetnya produk pangan tanpa izin edar, kemasan rusak dan kedaluarsa,” bebernya.

Dimana, sambung Agustince, pelaksanaanya di tahun ini lebih difokuskan di daerah yang sebelumnya belum terjangkau. Seperti Distrik Jagebob, Ulilin, Muting, Semangga hingga Tanah Miring.

Pihaknya menilai, tingkat kesadaran pelaku usaha maupun pembeli semakin tinggi. Sehingga dapat meminimalisir peredaran barang kadaluarsa.

“Hasilnya, dibanding tahun-tahun lalu, temuan sudah jauh berbeda. Bila tahun 2019, temuan pangan kadaluarsa mencapai 90 persen, kali ini hanya 25 persen dari sarana yang kami awasi. Seperti dari Jagebob, Ulilin dan Muting ada 1 temuan barang kadaluarsa,” jelasnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *