Berbagai Faktor Penyebab Bahasa Daerah di Papua Nyaris Punah

Metro Merauke – Berbagai faktor diduga penyebab sejumlah bahasa daerah di Papua nyaris punah.

Pengkaji bahasa dan sastra di Balai Bahasa Provinsi Papua, Anthonius Maturbongs mengatakan, faktor itu di antaranya pernikahan dengan suku lain, generasi muda yang gengsi belajar atau menggunakan bahasa daerah.

Penyebab lainnya, orang tua yang tidak mengajarkan bahasa daerah ke anaknya, arus moderenisasi, dan globalisasi yang menyebkan generasi muda tidak tahu lagi berbahasa daerah.

“Di Papua dan Papua Barat terdapat 384 bahasa daerah. Akan tetapi, berdasarkan hasil penelitian dan survei di lapangan, sebagian bahasa daerah nyaris punah. Sebab kini hanya orang tua tertentu yang menuturkannya,” kata Anthonius Maturbongs, Selasa (11/05/2021).

Hasil penelitian Balai Bahasa Provinsi Papua pada 2019 silam memprediksi, dalam lima tahun hingga 10 tahun mendatang, sejumlah bahasa daerah di Papua akan punah. 

Di antara bahasa daerah yang terancam punah adalah bahasa Enggros, Tobati, Kayu Pulo dan Skouw di Kota Jayapura. 

“Kami prediksi lima atau 10 tahun ke depan, bahasa daerah itu akan punah. Ini prediksi penelitian kami,” ujarnya.

Selain di ibu kota Provinsi Papua, salah satu bahasa daerah yang hampir punah ada di Pulau Mapia, Kabupaten Biak Numfor. 

Di sana beberapa tahun lalu, tersisa hanya satu orang penutur bahasa daerah.

“Masih banyak bahasa daerah lain yang saya tidak ingat persis tapi data kami lengkap,” ujarnya. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *