Pemprov Papua Mestinya Punya Grand Design untuk Penerima Beasiswa

Metro Merauke – Pemerintah Provinsi atau Pemprov Papua dipandang mesti memiliki grand design atau perencanaan, terhadap mereka yang dibayai dengan beasiswa.

Ketua komisi bidang pendidikan DPR Papua, Timiles Jikwa mengatakan dengan begitu ketika lulus, mereka yang dibiayai beasiswa dapat langsung diberdayakan.

Tidak seperti sekarang ini, ada sekitar 50 lulusan pilot pada 2017 lalu belum bekerja. Padahal pendidikan mereka dibiayai dari dana Otonomi Khusus atau Otsus. 

“Sejak awal mestinya Pemprov Papua membuat MoU dengan semua maskapai. Ketika anak Papua yang dibiayai menggunakan dana Otsus lulus sekolah pilot, bisa langsung diberdayakan di setiap maskapai,” kata Timiles, Sabtu (08/05/2021).

Menurutnya, jika mereka yang dibiayai dengan dana Otsus atau APBD tidak bekerja setelah menyelesaikan pendidikannya, sama saja pemerintah buang buang anggaran. 

Sebab salah satu tujuan pemberian beasiswa, agar setelah menyelesaikan pendidikannya, penerima dapat terlibat dalam pembangunan di daerah dan pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan sampai uang miliaran rupiah yang dikeluarkan pemerintah untuk beasiswa, terbuang percuma,” ujarnya.

Ketua Komisi V DPR Papua itu, juga mengingatkan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia atau BPSDM Papua, tidak membuka beasiswa sekolah pilot untuk sementara waktu.

Sebab, hingga kini masih ada puluhah lulusan penerbang asal Papua, belum bekerja. 

“Urus dulu yang sudah lulus ini. Pastikan mereka kerja baru buka penerimaan baru. Jangan seenaknya buka penerimaan, kemudian setelah lulus, mereka tidak kerja,” ucapnya.

Ia juga berharap, maskapai penerbangan yang beroperasi di Papua, memberikan kesempatan karir kepada lulusan pilot asal provinsi tertimur Indonesia tersebut.

Katanya, bagaimana mungkin dapat mengetahui kemampuan puluhan lulusan sekolah pilot asal Papua, jika mereka tidak diberi kesempatan. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *