Didaulat Terapkan Pendidikan Inklusif, Sergius Womsiwor Berinovasi Majukan SDM Papua

Metro Merauke – Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait secara resmi telah memberikan Surat Keputusan (SK) Nomor 1884/1136/PPAD/IV/2021, tanggal 24 April 2021, dimana SMA Negeri I Merauke sebagai Penyelenggara Pendidikan Inklusif.

Christian Sohilait mengakui, banyak permasalahan dunia pendidikan di Papua yang harus dihadapi. Sehingga, katanya, dibutuhkan formula yang benar-benar matang untuk mengatasinya, agar sumber daya manusia (SDM) Papua dapat berdaya saing, mandiri serta terampil. Salah satunya lewat pendidikan inklusif.

“SMA Negeri I Merauke sebagai satu-satunya SMA di Merauke yang mendapat mandat untuk jalankan pendidikan inklusif. Artinya, selain tetap menjalankan pendidikan formal, di SMA Negeri 1 juga mendidik anak dibidang vokasi,” ujarnya kepada wartawan di Merauke belum lama ini.

Menjawab hal tersebut, Kepala SMA Negeri I Merauke, Sergius Womsiwor mengaku, telah memiliki program strategis dalam membentuk SDM Papua yang lebih maju.

Menurutnya, inovasi pendidikan yang digagasnya ini telah diterapkan terlebih dulu, saat dirinya memimpin Sekolah Satu Atap Wasur. Mengetahui betapa pentingnya penyiapan SDM peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, melainkan dibutuhkan SDM yang terampil lewat pendidikan vokasional. Kembali ia diaplikasikan di SMA Negeri I Merauke.

Dengan mendapat payung hukum dari Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua sebagai penyelenggara Pendidikan Inklusif, Sergius Womsiwor memastikan, pada tahun ajaran baru 2021/2022 mendatang, program kolaboratif SMA Negeri 1 Merauke bersama SMK Negeri 3 Merauke mulai dijalankan.

Sebagai praktisi pendidikan, Sergius Womsiwor merasa ikut bertanggungjawab secara moral untuk melihat pendidikan yang ada daerah.

Dia menyebut, program prioritas pengembangan SDM itu ialah, dengan pengembangan pendidikan vokasi. Seiring tuntutan dan kemajuan ke depan, dibutuhkan SDM yang terampil dan mandiri. Hal tersebut dinilai selaras dengan keseriusan Kepala Dinas PPAD yang diketahui getol dalam upaya memajukan pendidikan di tengah tantangan dan berbagai permasalahan.

“SMA tidak bisa menutup diri dengan tantangan hari ini dan mendatang, khususnya pendidikan vokasi bagi anak didik. Ini penting, karena kita berbicara kehidupan pribadi anak, ketika nanti berada di tengah masyarakat, mereka harus mampu hidup mandiri.”

Sehingga, sambungnya, lewat program kolaboratif SMA-SMK, setelah siswa lulus, akan memiliki pengetahuan plus atau lebih diberbagai bidang keterampilan yang diminati.

“Salah satu masalah pendidikan adalah, persoalan bagaimana SMA ikut menyiapkan SDM peserta didik, tidak hanya terbatas memiliki pengetahuan akademik, tapi bagaimana menyiapkan SDM dengan pendidikan vokasional,” jelasnya.

Sergius Womsiwor optimis, terobosan pendidikan yang digagasnya dengan tujuan membangkitkan sekaligus membangun SDM Papua yang maju, bakal mendapat respon positif dari Pemerintah Daerah maupun Legislatif setempat, sehingga program tersebut segera dapat dilaksanakan di Kabupaten Merauke.

“Kepala Dinas PPAD Provinsi Papua telah menjawab kegelisahan saya untuk membantu pemerintah daerah, kita juga akan hearing dengan DPRD Merauke dan diskusi. Bupati Romanus Mbaraka sangat serius untuk memajukan pendidikan, pasti akan mendukung program pendidikan inklusif, dunia pendidikan harus dirubah, agar keluar dari permasalahan yang terjadi,” ujarnya.

Womsiwor menyebut keseriusan Pemkab Merauke untuk memajukan SDM Papua jelas terlihat, melalui visi-misi Bupati Merauke, Romanus Mbaraka yang menjadikan pendidikan sektor prioritas dimajukan. “Bupati Romanus Mbaraka dulu ‘gila pendidikan’, sampai kini pasti tetap ‘gila pendidikan’ untuk menyiapkan SDM Papua. Termasuk adanya program inklusif SMA Negeri I Merauke kolaboratif dengan SMK N 3 dan lainnya, untuk program vokasional,” bebernya.

Dalam pelaksanaannya, kata Womsiwor, akan diterapkan untuk siswa kelas X dan XI. Dimana, terlebih dahulu siswa mendapatkan sosialisasi untuk memilih keterampilan apa yang diminati. “Secara teknis pelaksanaanya akan diatur pihak SMK Negeri 3 Merauke. Dan sebagai bentuk keseriusan pelaksanaan program, akan kita teken MoU bersama,” tukasnya.

Sementara itu Kepala SMK Negeri 3, Marthen Rumar memberikan apresiasi atas gagasan SMA Negeri I untuk berkolaborasi dalam pendidikan anak Papua. Menurutnya, di era kemajuan saat ini, program pendidikan vokasi life skill menjadi sangat tepat dilakukan.

Sebab, katanya, Negara tengah membutuhkan SDM bukan hanya sekedar pandai berpikir, melainkan sangat membutuhkan orang yang dapat terampil bekerja maupun membuka peluang kerja sebagai kontribusi generasi muda mengisi pembangunan.

“Kami (SMK 3) siap melatih keterampilan anak didik dari SMA Negeri I Merauke. Mereka akan kita latih hingga benar-benar terampil dibidangnya masing-masing,” tuturnya.

Tak hanya itu, peserta didik yang dilatih di SMK Negeri 3 pun setelah benar-benar terampil, akan diberikan sertifikat dasar kompetensi yang bisa digunakan anak didik untuk bekal setelah lulus SMA, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun berwirausaha. (Nuryani)

Komentar “Didaulat Terapkan Pendidikan Inklusif, Sergius Womsiwor Berinovasi Majukan SDM Papua

  • 8 Mei 2021 at 7:46 pm
    Permalink

    Tetap semangat untuk memajukan anak negeri yang berkualitas dalam berpikir dan berbuat untuk membangun Papua Baru. Kiranya Tuhan Yesus Kristus slalu memberkati. 👍🙏

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *