Tokoh Adat Kimaam Dukung Gelaran PON XX

Metro Meruake – Tokoh Adat Kimaam sekaligus pemerhati pendidikan di Merauke, Papua, Denalus Pakuru, mendukung gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX yang akan berlangsung di Merauke, Papua, pada Oktober 2021 mendatang.

Hal tersebut ditegaskannya, sebab dirinya melihat iven Nasional PON XX menjadi agenda sangat penting, dimana Provinsi Papua didaulat sebagai tuan rumah, sehingga butuh dukungan semua komponen masyarakat di daerah.

Hanya saja, Denalus Pakuru menilai, 4 bulan menuju helatan PON, pemerintah kabupaten dirasa perlu untuk lebih menggaungkannya melalui sosialisasi menyeluruh, agar dapat diketahui masyarakat luas.
“Saya melihat gema atau gaung kesiapan akan adanya iven nasional ini belum begitu terlihat. Saya berharap kepada penyelenggara untuk segera mensosialisasikan agar masyarakat juga bisa melakukan persiapan-persiapan,” ucapnya.

Menurut Denalus, penyelenggara perlu melakukan pelatihan-pelatihan atau pembinaan kepada komponen masyarakat yang terlibat. “Tinggal 4 bulan lagi pelaksanaan PON, tidak ada istilah terlambat, yang penting kita serius bekerja menggunakan waktu yang singkat ini,” katanya.

Yang tak kalah penting, sambungnya, pada agenda PON di Papua tahun 2021 ini, kearifan lokal prioritas ikut ditonjolkan. “Masyarakat sudah siap. Dengan melibatkan anak-anak muda asli Papua, maka PON ini akan menjadi milik masyarakat Papua,” tuturnya.

Dalam pernyataan sikapnya yang berisi 7 poin penting berkaitan PON XX, Tokoh Adat Kimaam, Denalus Pakuru menyebut, kesiapan masyarakat untuk ikut mensukseskan PON XX di Papua, termasuk mengharapkan pro aktif dari penyenggara maupun pemerintah perlu meningkatkan wawasan masyarakat tentang budaya daerah lewat pelatihan-pelatihan dan pembinaan khusus, terutama yang berkaitan dengan kearifan lokal.

“Masyarakat adat Kimaam menyatakan sikap untuk mendukung terselenggaranya PON XX 2021 di Kabupaten Merauke. Mendukung kepala daerah selaku penanggung jawab terselenggaranya PON XX mampu memberikan dan menampilkan aroma PON yang nantinya menjadi baik. Perlu adanya kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan untuk memberikan pembinaan dan pelatihan yang berkaitan dengan budaya, kearifan lokal di Kabupaten Merauke,” tandasnya, seraya meminta masyarakat menyabut PON XX dengan suka cita, guna mewujudkan Kabupaten Merauke yang siap menerima tamu dengan budaya kearifan lokalnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *