Warga Jayapura Keluhkan Gangguan Akses Internet

Metro Merauke – Warga Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Papua mengeluhkan gangguan akses internet di wilayah itu, sejak sepekan terakhir.

Dampak gangguan akses internet ini, dirasakan mereka yang menekuni usaha jualan online.

Salah satu pelaku jualan online di Kabupaten Jayapura, Hasriani mengatakan gangguan akses internet berdampak pada usaha, yang ditekuninya sejak setahun lalu.

Ibu rumah tangga ini berjualan online, untuk menambah penghasilan keluarga. Namun, karena sejak akhir pekan lalu, terjadi gangguan akses internet di wilayah Jayapura, ia terpaksa berhenti berjualan sementara waktu.

“Saya berjualan pakaian anak dan wanita sejak masa pandemi korona, tahun lalu. Tapi sekarang berhenti dulu. Kita tidak tahu sampai kapan akses internet kembali normal,” kata Hasriani, Kamis (06/05/2021).

Warga Kota Jayapura, Febriana menyampaikan keluhan serupa. Wanita 35 tahun yang sejak enam bulan terakhir menjajakan makanan secara online itu mengaku, kini kesulitan mempromosikan jualannya.

“Selama ini saya mempromosikan jualan saya lewat media sosial. Akan tetapi karena sekarang gangguan jaringan, media sosial tidak bisa diakses,” ujar Febriana.

Menurutnya, sejak gangguan akses internet, ia terpaksa menawarkan dagangannya melalui pesan singkat.
“Saya menyimpan beberapa nomor telepon seluler pelanggan. Jadi saya tawarkan mereka melalui SMS. Itupun terkadang SMS susah terkirim,” ucapnya.

Gangguan akses internet juga dikeluhkan para jurnalis di wilayah Jayapura.
Mereka yang merupakan wartawan media online lokal, nasional, televisi dan radio, kini kesulitan mengirim naskah berita, gambar, video, dan rekaman suara ke kantor redaksinya.

Situasi ini akan berdampak pada gaji mereka diakhir bulan. Sebab jurnalis yang berstatus kontributor, dibayar berdasarkan jumlah berita yang dipublikasikan setiap bulan.

Para pihak ini berharap, PT Telkom dan Telkomsel segera mengatasi masalah gangguan akses internet ini.

Katanya, penyedia layanan mestinya telah menyiapkan antisipasi ketika terjadi gangguan. Sebab, situasi seperti ini sudah beberapa kali terjadi.

Kepala PT Telkom Papua, Sugeng Widodo akhir pekan lalu mengatakan, gangguan disebabkan putusnya kabel optik bawah laut antara Kabupaten Sarmi-Biak Numfor, Jumat malam (30/04/2021).

“Ini menyebabkan terjadinya gangguan telekomunikasi di tiga daerah, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Sarmi,” kata Sugeng.
Menurutnya, sementara waktu layanan telekomunikasi di tiga daerah terdampak, dialihkan ke satelit. Akan tetapi, belum maksimal.

“Mohon maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan ini,” ujarnya.
Diperkirakan perbaikan butuh waktu hingga sebulan. Meski begitu, PT Telkom berharap, perbaikan dapat dilakukan lebih cepat dari yang diprediksikan. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *