Pelabelan Teroris, Berpotensi Hambat Cara Damai Selesaikan Konflik Papua

Metro Merauke – Pelabelan teroris terhadap kelompok kriminal bersenjata atau KKB, dipandang berpotensi menghambat penyelesaian konflik Papua secara damai lewat dialog.

Bekas tahanan politik atau Tapol Papua, Alexander Gobay menyatakan, selama ini berbagai pihak berupaya mendorong adanya dialog damai antara pemerintah dan pihak di Papua. 

Akan tetapi, upaya yang didorong para pihak itu semakin sulit terwujud setelah pemerintah melabeli KKB atau OPM sebagai teroris.

“Peluang [dialog] itu akan semakin kecil karena negara akan melihat orang Papua sebagai teroris,” kata Alexander Gobay, Selasa (04/05/2021).

Padahal menurutnya, dialog merupakan jalan damai mengakhiri konflik bersenjata, dan kekerasan yang telah berlangsung puluhan tahun di Papua.

Palabelan teroris seakan mengindikasikan pemerintah tak berniat berdialog, sebagai upaya menyelesaikan masalah Papua

“Pemerintah akan bilang, orang Papua yang menggagas dialog atau ingin berdialog ini, adalah teroris. Sebab, pelabelan ini berdampak luas pada orang Papua secara umum,” ujarnya.

Ia berharap, pemerintah segera mencabut pelabelan teroris kepada KKB. Sebab, dampaknya akan luas terhadap orang Papua ke depan.

“Saya berharap Jakarta (pemerintah) segera mencabut pelabelan teroris itu. Ini akan berdampak secara umum kepada orang asli Papua, ke depan dan tatanan hidup mereka ke depan,” ucapnya.

Pengamat terorisme dari Universitas Indonesia, Ridwan Habib berpendapat upaya pemerintah nihil dalam melakukan diplomasi dengan KKB di Papua.

Katanya, label teroris yang kini disematkan kepada KKB di sana, membuat pemerintah menutup pintu dialog.

“Kalau disebut teroris, maka tidak ada ruang negosiasi karena Indonesia menganut tidak kompromi dengan teroris. Termasuk dengan siapapun yang terkait maka ditindak hukum,” kata Ridwan seperti dikutip dari Republika.

Menurutnya, dengan label teroris maka ujung tombak penanganannya ada di Densus 88 Polri. Unsur TNI bisa turut serta hanya sebagai perbantuan. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *