Reses di Merauke, H. Sulaeman L Hamzah Serahkan Bantuan Program Pekarangan Pangan Lestari

Metro Merauke – Anggota Komisi IV DPR RI, H. Sulaeman L Hamzah mengingatkan 27 Kelompok Wanita Tani (KWT) di Merauke, Papua sebagai penerima bantuan dari jalur aspirasi, harus dapat memanfaatkan program pemerintah Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dengan optimal.

Penegasan itu disampaikan H. Sulaeman L Hamzah dari Fraksi NasDem dalam kunjungan kerjanya serap aspirasi di daerah pemilihan sekaligus menyerahkan bantuan program P2L bagi Kelompok Wanita Tani, Kamis (29/4).

“Setelah menerima bantuan, kelompok wanita tani harus pandai-pandai mengelola dana program P2L dengan baik. Jangan sampai setelah dikasih tanggungjawab, tapi lahan dan tanaman tidak ada. Terlebih, 27 KWT yang direkrut dari rumah aspirasi, sehingga kita semua salah,” ucapnya.

Dijelaskannya, program Pekarangan Pangan Lestari yang gulirkan pemerintah, tidak lain untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga dengan memanfaatkan pekarangan menanam aneka tanaman. Sehingga, lanjut Sulaeman, apa yang menjadi harapan pemerintah melalui P2L, nantinya benar-benar berjalan dan dapat dirasakan manfaatnya, terlebih di saat panemi Covid-19.

“Kita tidak membawa fisiknya (uang). Melainkan anggarannya nanti dikirim dari pusat langsung masuk di rekening kelompok penerima. Karena ini barang bantuan, harus dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Direktur Eksekutif Rumah Aspirasi H. Sulaeman L Hamzah, Fauzun Nihayah menyebutkan, di tahun 2021, dari hasil aspirasi yang diperjuangkan H. Sulaeman L Hamzah di pusat, wilayah Papua mendapat kuota bantuan program P2L untuk 40 KWT, masing-masing kelompok akan menerima dana P2L Rp75 juta.

“Dari jumlah 40 kelompok, sebanyak 27 KWT penerima bantuan berada di Kabupaten Merauke. Selebihnya diberikan di Kerom, Jayapura dan Kota Jayapura. Jadi, paling besar dan banyak untuk Merauke,” tuturnya.

Menurut Fauzun Nihaya, keberhasilan program P2L butuh adanya kerjasama dengan dinas terkait. “Karena kami hanya usulkan kelompok penerima, tapi yang mendampingi sampai sukses adalah Dinas Ketahanan Pangan.”

Pihaknya berharap program P2L hasil aspirasi dapat dimanfaatkan puluhan kelompok wanita tani dengan sebaik mungkin.

Sementara itu, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Merauke, Andre menjelaskan, secara keseluruhan Kabupaten Merauke sendiri mendapatkan kuota bantuan P2L sebanyak 29 kelompok wanita tani. Penerima bantuan merupakan kelompok masyarakat, maksimal beranggotakan 30 orang.

“Yang mana dari 29 KWT itu, 27 merupakan hasil aspirasi dari Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi NasDem, H. Sulaeman L Hamzah dan 2 kelompok reguler dari Dinas Ketahanan Pangan,” jelasnya.

Menurutnya, dengan mengkonsumsi tanaman hasil panen sendiri di pekarangan, selain bermanfaat untuk gizi seimbang, juga dapat membantu menjadi sumber pendapatan keluarga. “Program P2L sudah kita sosialisasikan untuk seluruh kelompok wanita tani sebagai penerima program. Kita sama-sama berharap, program pemerintah pekarangan pangan lestari ini dapat berjalan dengan baik,” tandasnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *