Tak Perlu Curiga Berlebihan Terhadap Guru di Wilayah Konflik

Metro Merauke – Anggota komisi bidang pendidikan DPR Papua, Natan Pahabol meminta semua pihak di wilayah rawan konflik bersenjata, tidak perlu curiga berlebihan terhadap guru yang mengabdi di sana.

Ia mengatakan, kehadiran guru di pedalaman dan wilayah rawan konflik bersenjata, untuk mengajar generasi masa depan Papua. 

Jika ada pihak yang curiga terhadap oknum guru di wilayah rawan konflik bersenjata, kecurigaan itu mesti dibuktikan. Tidak harus menghilangkan nyawa guru itu. 

Misalnya dua kasus penembakan yang menewaskan dua orang guru, oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak pada pekan lalu.

“Informasi yang beredar, kedua korban ditembak karena dicurigai mata mata aparat keamanan. Kenapa mesti dibunuh, harusnya dicari tahu kebenarannya. Saya sangat sayangkan peristiwa itu,” kata Natan Pahabol, Senin (12/04/2021).

Ia berharap aparat keamanan dapat segera mengungkap dan menangkap pelaku penembakan dua guru itu. 

Pelaku mesti diproses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

Pihak yang mengetahui kejadian itu dan para pelaku, diminta memberikan keterangan yang benar kepada aparat keamanan.

“Tidak boleh lagi terjadi sesuatu yang mengancam keselamatan  guru di Puncak, dan wilayah lain di Papua,” ujarnya. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *