Penembakan Guru Dikhawatirkan Hambat Kemajuan Pendidikan di Papua

Metro Merauke – Penembakan yang menewaskan dua guru di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua pekan lalu dikhawatirkan menghambat kemajuan pendidikan di provinsi tertimur Indonesia itu.

Anggota komisi bidang pendidikan DPR Papua, Natan Pahabol mengatakan prihatin dengan peristiwa itu. Kejadian tersebut membunuh karakter pendidikan masa depan di Papua itu.

Dikhawatirkan peristiwa ini akan berdampak pada proses belajar mengajar, di daerah rawan konflik lain di pedalaman Papua.

“Membunuh seorang guru sama saja membunuh 1.000 generasi Papua. Secara kuantitas mungkin banyak. Namun secara kualitas pasti kita mengalami tantangan dan hambatan akibat peristiwa semacam ini,” kata Natan Pahabol, Senin (12/04/2021).

Natan Pahabol, yang pernah mengajar sukarela selama delapan tahun di pedalaman Kabupaten Yahukimo itu, meminta para pihak menjamin keamanan dan keselamatan guru di wilayah konflik.

Menurutnya, jaminan keselamatan guru tidak hanya tanggung jawab aparat keamanan. Akan tetapi, juga kewajiban pemerintah kabupaten, pihak gereja, adat dan masyarakat.

Sebab jika tak ada jaminan keamanan dan keselamatan bagi guru di daerah rawan konflik, mereka akan berpikir pindah ke wilayah lain, atau meninggalkan tempat tugas.

Katanya, selama ini jarang ada guru yang mau mengajar di pedalaman dan daerah rawan konflik di Papua. Kebanyakan yang mengabdi di daerah itu adalah guru honorer, guru kontrak, atau tenaga sukarela. 

“Kalau mereka memilih pergi, siapa yang akan mengajar anak anak di sana. Peristiwa seperti ini jangan terjadi lagi,” ujarnya.

Sekretaris Fraksi Gerindra DPR Papua itu meminta para pihak mencari solusi terbaik keberadaan guru di Distrik Beoga, pascapenembakan.

Ia berharap guru di sana tidak meninggalkan wilayah tersebut. Kalau itu terjadi, akan memperparah kondisi pendidikan di sana. 

“Siapa yang akan mengajar anak anak di sana nanti? Kalau seperti itu, tak ada lagi harapan bagi masa depan anak anak di daerah itu. Ini akibat ulah pihak tak bertanggung jawab,” ucapnya. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *