Sekretariat DPR Papua Nyatakan Tak Ada Agenda Dewan ke AS

Metro Merauke – Sekertariat DPR Papua menyatakan tak ada agenda kunjungan kerja atau kunker para anggota dewan ke Amerika Serikat (AS) tahun ini.

Sekretaris DPR Papua, Juliana J Waromi mengatakan belum lama ini berkembang isu, beberapa anggota DPR Papua akan melakukan kunker ke AS, bertemu dengan mahasiswa asal Papua di sana.

Akan tetapi menurutnya, isu tidak benar. Sebab sudah dua tahuh terakhir tak ada agenda perjalan dewan ke luar negeri, karena situasi pandemi Covid-19 yang kini melanda dunia. 

“Kami hanya memfasilitasi anggota DPR Papua membuat visa di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta,” kata Juliana J Waromi, Minggu (11/04/2021).

Katanya, merupakan tugas Sekwan dan jajarannya memfasilitasi setiap kebutuhan anggota DPR Papua, termasuk pembuatan visa. 

Tidak mungkin, urusan pembuatan seperti ini mesti dikerjakan pimpinan DPR Papua.

“Tugas sekwan memfasilitasi pengurusan visa. Mengantisipasi sewaktu waktu jika ada kepentingan mendesak, terkait anak-anak yang mengenyam pendidikan di luar negeri,” ujarnya.

Namun ia menegaskan, membuat visa bukan berarti anggota dewan akan segera berangkat ke luar negeri. 

Sebab masa berlaku visa lima tahun, dan mungkin saja tahun depan ketika situasi sudah normal, anggota dewan dapat mamanfaatkan visa itu.

Ia mengatakan, ketika anggota dewan akan melakukan kunker ke luar negeri, ada mekanisme yang mesti diikuti.

Misalnya apabila ada undangan dari Kedutaan atau Konsulat Jenderal Republik Indonesia (RI) kepada pimpinan DPR Papua, berkaitan dengan pendidikan mahasiswa Papua di luar negeri.

Akan tetapi, itupun mesti dibahas dan diputuskan bersama dalam rapat pimpinan terlebih dulu.

Jika disepakati, akan ada yang ditugaskan mewakili lembaga DPR Papua memenuhi undangan tersebut. Itupun mesti mendapat izin Menteri Dalam Negeri dan Menteri Luar Negeri. 

“Tidak ada yang akan berangkat ke Amerika. Apalagi kini di sana akses masuk dibatasi. Masih lockdown. Tidak gampang mau melakukan kunker ke luar negeri. Apalagi tak dalam DPA DPR Papua,” ucapnya.

Sekwan DPR Papua, Juliana Waromi mengatakan isu itu tidak perlu dibesar besarkan. Ia juga tak mau menanggapinya secara berlebihan.

“Sebagai Sekwan, saya tahu tugas pokok saya. Mungkin baru tujuh saya menjabat Sekwan di DPR Papua, namun sejak 1986 saya sudah di sekretariat dewan,” katanya. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *