UN Ditiadakan, Kelulusan Ditentukan Ujian Sekolah atau Asesmen

Metro Merauke – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merauke, Papua Thiasoni Betaubun menegaskan, pemerintah tidak lagi menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) untuk seluruh jenjang pendidikan. Baik Sekolah Dasar, SMP maupun SMA/SMK sederajat.

Sebagai gantinya, sekolah dapat melaksanakan ujian sekolah atau asesmen penilaian berdasar hasil belajar siswa dalam beberapa semester terakhir. Hal tersebut berdasarkan edaran Menteri Nomor 1 tahun 2021, menyusul mewabahnya Covid-19.

“Ujian Nasional ditiadakan. Sekolah dapat gunakan asesmen dan ujian sekolah. Kalau asesmen atau disebut pemerataan mutu, nilai siswa SD dari kelas IV-VI dirata-ratakan lalu direkap untuk masuk di dalam ijasah. Sama halnya untuk SMP, nilai dari kelas VIII dan IX dihitung nilai rata-rata untuk masuk ijasah,” jelasnyanya kepada wartawan, Kamis (8/4).

Kepala Dinas Pendidikan menambahkan, keputusan empat menteri hingga dikeluarkannya kurikulum darurat diharapkan dapat diterapkan semua sekolah. Dimana pembelajaran yang diterapkan, kata Betaubun, tidak menggunakan KTSP maupun K 13. Melainkan menuju pada merdeka belajar.

“Dengan kurikulum darurat, anak didik tetap ujian baik lewat asesmen atau ujian sekolah. Untuk ujian gunakan asesmen dapat mengatur jarak, kita serahkan pada otonomi sekolah. Ada yang bisa ujian sekarang dan ada yang mulai 19 April mendatang,” katanya.

Dirinya menyebut, sebanyak 3.350 siswa tingkat SMP dari 64 sekolah di Merauke tercatat mengikuti ujian. “Sedangkan untuk siswa SD masih menunggu data akhir. Sementara tercatat ada 2.700 siswa dari 198 SD,” terangnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya mengalami kesulitan untuk memasukan data siswa dalam dapodik bila siswa tersebut tidak memiliki nomor induk kependudukan. “Kalau yang tidak memiliki NIK itu yang berat, sistem akan menolak. Itu sebabnya kita masih menunggu data akhir siswa keseluruhan sekolah, karena masih ada yang dalam perbaikan dapodik,” bebernya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merauke memastikan, pada tahun ajaran baru 2021/2022, belajar tatap muka secara terbatas dapat kembali dibuka. Tentunya dengan penerapan protokol kesehatan dengan ketat. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *