Rekrutmen Bintara Noken Polri di Papua Diawasi Berbagai Pihak

Metro Merauke – Berbagai pihak terlibat mengawasi rekrutmen 2.000 Bintara Noken Polri di Papua Tahun Anggaran 2021, yang dikhususkan untuk anak asli Papua.

Mereka yang terlibat dalam tim pengawas, yakni Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) perwakilan Papua, DPR Papua, perwakilan media, Ikatan Dokter Indonesia, Himpunan Psikologi Indonesia, dan Dinas Pendidikan.

Kepala Kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey mengatakan tim pengawas telah memberi berbagai masukan kepada Polda Papua.

“Kepentingan pengawasan ini, supaya rekrutmen dilakukan secara humanis. Tidak ada lagi calon dan lainnya,” kata Frits Ramandey kepada Metro Merauke, Kamis (08/04/2021).

Menurutnya, tim pengawas akan meminta Kapolda mendatangi beberapa Polres yang dijadikan sebagai sampling, dalam proses rekrutmen ini. 

Dengan begitu, proses rekrutmen akan menjadi kesempatan bagi anak anak Papua terbaik dari setiap wilayah untuk dididik menjadi polisi.

“Dengan alasan proses rekrutmen ini, bisa mengakomodasi kearifan wilayah supaya ketika mereka selesai, bisa kembali mengabdi di wilayahnya,” ujarnya.

Katanya, ada berbagai kebijakan afirmasi Polda Papua dalam rekrutmen Bintara Noken Polri.

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri telah memberi advis bahwa tinggi badan disesuaikan dengan karakteristik wilayah. 

“Itu yang benar benar afirmasi. Berikutnya, seleksinya akan dilakukan di setiap Polres,” ucapnya.

“Yang lain, karena ini sifatnya afirmasi khusus anak Papua, ada kebijakan afirmasi lainnya. Misalnya soal nilai kecuali kesehatan dan kejiwaan ya.”

Frits berharap dukungan para bupati, DPRD kabupaten/kota dan para stake holder. Sebab itu penting untuk proses seleksi, agar berjalan secara baik.

“Mengenai kuota Polres akan dirumuskan Polda Papua, sesuai luas wilayah dan lainnya,” katanya. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *