Tekan Disparitas Harga Lewat Jembatan Udara, Merauke Kirim Logistik ke Pegunungan Bintang

Metro Merauke – Tak hanya memprogramkan tol laut, dalam upaya menurunkan disparitas harga antara wilayah Indonesia bagian Barat dengan Indonesia bagian Timur, Kementerian Perhubungan pun telah melakukan jembatan udara lewat program angkutan udara perintis kargo.

Dalam program tersebut, pemerintah memberi subsidi biaya angkut barang atau logistik ke wilayah Papua.

Terobosan ini dilakukan dalam rangka menunjang pendistribusian barang dan pengembangan ekonomi di daerah Papua. Hal ini dikatakan Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik Multi Moda dan Keselamatan Perhubungan, Chris Kuntadi kepada wartawan di Merauke.

Kuntadi mengatakan, selama ini wilayah Indonesia Timur diketahui dengan disparitas harga yang cukup tinggi. Hal tersebut disebabkan oleh tingginya biaya distribusi logistik dari daerah produsen sampai ke Papua.

“Pemerintah pusat telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan disparitas harga di Papua, termasuk ke Pegunungan Bintang. Harapannya, harga barang dapat turun. Awalnya degan program tol laut, barang dari Surabaya ke Merauke disubsidi sangat besar. Dari evaluasi, memang di Merauke harga barang turun, tapi di Pegubin misalnya, harga belum turun signifikan. Ini karena angkutan udaranya sangat mahal,” jelasnya

Terkait hal tersebut, pelayanan perdana pengiriman logistik dari Merauke ke Kabupaten Pegunungan Bintang melalui program angkutan udara perintis kargo telah dilakukan, yang dihadiri langsung Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik Multi Moda dan Keselamatan Perhubungan dan Bupati Pegunungan Bintang, Spei Y Bidana, Senin (5/4).

Dikatakan Bupati Pegunungan Bintang, Spei Y Bidana, pemerintah pusat mensubsidi 100 persen biaya angkut atau menggratiskan untuk semua moda trasportasi, darat, udara maupun udara. Selanjutnya, secara terjadwal pengakutan logistik dari Merauke ke Pegunungan Bintang akan terus dilakukan, tiga kali dalam sepekan.

Spei menyebut, saat ini pengiriman barang dari Merauke ke Pegubin baru terfokus untuk kebutuhan bahan pokok. Namun, katanya, tak menutup kemungkinan, ke depan selain logistik juga akan mengangkut material konstruksi.

“Setiap terbang dari Merauke-Pegubin membawa 6 ton sembilan bahan pokok. Sebaliknya, kita akan siapkan juga produk unggulan dari Pegubin untuk dibawa ke Merauke, umumnya sayur-mayur,” bebernya.

Bupati Pegubin mengakui, tingginya harga barang di wilayahnya cukup menyulitkan masyarakat. Sehingga dirinya mengaku optimis, program tersebut dapat memperlancar arus barang. Sehingga masyarakat di Pegunungan Bintang pun dapat menikmati penurunan harga barang.

Mencegah adanya permainan, Bupati Spei meminta dinas terkait memperketat pengawasan, baik kuantitas maupun kualitas peredarannya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *