Hadiah Paskah, 12 Tahanan Makar Dibebaskan, Tetap Wajib Lapor

Metro Merauke – Kepolisian Resor Merauke membebaskan 12 tahanan terduga makar untuk kembali dan berakivitas di tengah masyarakat, Jumat (2/4).

Pembebasan belasan tahanan makar tersebut, merupakan kebijakan Kapolres Merauke, AKBP Untung Sangaji. “Ini sebagai hadiah Paskah untuk kita punya saudara,” ucapnya.

Kapolres Merauke, AKBP Untung Sangaji didampingi Dandim 1707/Merauke, Letkol CZI Muh Rois Edy Susilo mengatakan, pembebasan dilakukan setelah mendapat persetujuan Kapolda Papua maupun Danrem 174/Anim Ti Waninggap.

“Untuk kasus makar, ternyata pemahaman, bukan salah paham. Dengan susah payah saya bertemu Danrem 174/ATW di depan Gereja Katedral untuk melakukan pembebasan tahanan makar. Memang di TNI, makar tidak dimaafkan. Saya juga sudah menyurat dan menyampaikan ke Kapolda Papua,” terangnya.

Dari catatan kepolisian, selama di tahan 13 Desember 2020, sejumlah tahanan makar dimaskud diketahui berkelakukan baik.

“Beta tidak ada urusan dengan politik, tapi urusan saya dengan merah putih. Basudara susah apa, kita tolong. Tapi jangan ribut dengan pemerintah, itu kita tersinggung sekali. Kalau kita tidak lakukan itu (tangkap), kita akan kena pra peradilan dari Negara,” katanya.

Diungkapkan Untung Sangaji, dirinya juga telah melakukan pembebasan dan penangguhan penahanan untuk beberapa kasus lainnya. Semisal kasus narkoba hingga korupsi yang dilakukan salah satu kepala kampung.

“Yang lalu, Natal saya memaafkan beberapa tahanan, itu hadiah Natal saya, juga temasuk tersangka yang lain untuk penangguhan penahanan.”
Ditegaskan, pengeluaran 12 tahanan makar dengan dikenakan wajib lapor dan kasusnya tetap dilanjutkan. Kapolres mengingatkan, sekembalinya beraktivitas di tengah masyarakat untuk tidak melakukan tindak pidana hukum yang dapat mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat.

“Kalau di luar melakukan tindak pelanggaran hukum akan kita tangkap,” tegasnya,

Sementara itu Dandim 1707/Merauke, Letkol CZI Muh Rois mengatakan, makar bagi TNI tidak ada maaf dan ruang. “Tetapi karena ini kebijakan Kapolres Untung Sangaji, kami dari Kodim 1707 Merauke sangat mendukung,” katanya.

Dandim meminta, belasan tahan makar diharapkan tidak menghilangkan kepercayaan yang telah diberikan Kapolres Merauke. “Tunjukan, di tengah masyarakat dapat berbuat lebih baik dan tidak melanggar hukum yang mengganggu kamtibmas,” kata Dandim mengingatkan. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *