Warga di Sekitar Stadion Utama PON Segera Direlokasi

Metro Merauke – Sebanyak 13 kepala keluarga atau KK yang berada di sekitar Stadion Utama Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 Papua, segera direlokasi.

Relokasi akan dilakukan setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua, melalui Dinas Olahraga dan Pemuda atau Disorda mengganti rugi bangunan dan tanaman warga, yang terdampak penataan kawasan Stadion Utama PON.

Ganti rugi senilai Rp Rp 2,556 miliar oleh Kepala Disorda Papua, Alexander Kapisa mewakili Pemprov Papua dilakukan, 30 Maret 2021 lalu. 

Dana ganti rugi mulai dicairkan ke rekening 13 KK penerima terhitung mulai, 31 Maret 2021.

Alexander Kapisa mengatakan, warga yang akan direlokasi diberi waktu selama dua pekan. Setelahnya akan dilakukan pengerjaan penataan kawasan Stadion Utama PON, yang berada di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

Kadisorda Papua mamastikan tetap mengedepankan cara persuasif selama proses relokasi. 

Sebab sejak awal instansi itu telah berkomitmen menyelesaikan semuanya secara kekeluargaan. Mengedepankan asas kemanusiaan.

“Memang dibutuhkan kesabaran dan komitmen dalam proses ini. Proses relokasi warga ini sejak tahun lalu,” kata Alexander Kapisa beberapa hari lalu.

Menurutnya, proses negosiasi hingga tahapan relokasi belasan keluarga di sana, butuh waktu cukup lama. 

Pemerintah provinsi mesti berdiskusi dengan warga terlebih dulu, kemudian membuat indikator sebagai acuan untuk membayar ganti rugi.

“Kami mencari cara memanusiakan manusia yang bermukim di situ. Kami berkomunikasi dari hati ke hati,” ujarnya.

Atas nama Pemprov Papua, mewakili gubernur dan para pejabat lain, Alexander Kapisa berterimakasih kepada masyarakat. Sebab mereka telah merelakan bangunan dan tanamannya. Padahal warga itu telah beranak cucu di lokasi tersebut. 

“Kami berupaya mengambil tindakan, yang tidak merugikan orang lain,” ucapnya. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *