Operasional Bus Damri Mesti Didukung Bupati di Meepago

Metro Merauke – Pengurus Dewan Adat Wilayah Meepago, John Gobai menilai operasional bus Damri di wilayah itu perlu didukung para bupati di sana.

Ia mengatakan, selama ini keberadaan bus Damri yang beroperasi melayani rute Kabupaten Nabire-Deiyai-Dogiyai hingga Paniai cukup meringankan beban warga di sejumlah kabupaten itu, dari sisi transportasi darat.

Selama ini tarif angkutan umum dari Nabire ke Paniai atau sebaliknya berkisar Rp 400 hingga Rp 500 ribu. Akan tetapi ketika bus Damri melayani rute itu, tarifnya jauh lebih murah. Hanya sekitar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu.

“Pemerintah daerah di wilayah Meepago mendukung operasional Bus Damri di sana. Terutama tertibkan penjual minuman beralkohol. Sebab keberadaan mereka ini membuat banyak orang mabuk. Terkadang mengganggu arus kendaraan yang melintas,” kata John Gobai, Senin (29/03/2021).

Menurut John Gobai, keberadaan bus Damri rute Nabire ke kabupaten sekitar tidak hanya meringkan biaya transportasi warga. 

Masyarakat juga dapat membawa barang bawaan semisal hasil kebun dan lainnya dalam jumlah banyak untuk dipasarkan di Nabire, atau membawa kebutuhan pokok dari Nabire ke daerahnya tanpa mesti membayar biaya tambahan.

“Bus Damri inikan dapat menunjang sektor ekonomi warga di sana. Makanya pemerintah kabupaten di sekitar wilayah Meepago mesti mendukung,” ujarnya.

Akan tetapi kata Gobai, sejak awal Oktober 2020 silam layanan Bus Damri dari Nabire ke Deiyai, Dogiyai dan Paniai terhenti. Sebab satu satunya bus yang melayani rute itu rusak karena mengalami kecelakaan.

Namun pihak Damri menyatakan akan segera memperbaiki bus yang rusak itu, agar bisa kembali beroperasi. 

Gobai mengatakan, upaya perbaikan itu disampaikan General Manejer Perum Damri wilayah Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat saat bertemu dengannya pada 19 Maret 2021 lalu.

“Saya terimakasi kepada pihak Damri atas upaya itu. Kalau bisa, tambah satu armada lagi hingga ke Paniai agar masyarakat Deiyai, Dogoyai dan Paniai bisa terlayani,” katanya.

Sebab kalau rute Bus Damri hanya sampai Deiyai, warga Dogiyai dan Paniai tidak terlayani. Jika rutenya hanya melayani Deiyai dan Dogiyai, warga Paniai tidak terlayani.

Ia menambahkan, jika akses darat dari Paniai ke Intan Jaya telah terhubung sepenuhnya, pihaknya akan mendorong agar Bus Damri membuka rute ke sana. 

Bahkan jika memungkinkan nantinya ada rute Bus Damri hingga ke Kabupaten Mimika, agar rute lintas Meepago dapat terhubung keseluruhan. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *