Sepenggal Cerita Vaksinator Covid-19 dalam Bertugas

Metro Merauke – Tenaga kesehatan (nakes) memiliki tenggungjawab baru, menjadi vaksinator dalam vaksinasi masal Covid-19 mempunyai banyak cerita suka-duka. Tugas mereka (vaksinator) tak sekedar menyuntikan vaksin, adakalanya menenangkan jika ada peserta ketakutan.

Bidan Yohana, petugas Puskesmas Karang Indah, Merauke, Papua. Mulai dari teman sejawat atau para petugas kesehatan (nakes) hingga pelayan publik sudah disuntik vaksin olehnya selama bertugas menjadi vaksinator. Yohana berujar, berbagai reaksi saat peserta divaksinasi pun sudah ia hadapi. Tetapi tidak menurunkan semangatnya sebagai garda terdepan dalam menghadapi pandemi.

Menurutnya, alasan tak mau divaksin cukup beragam. Salah satunya, orang tersebut mendapatkan informasi hoax mengenai vaksin Covid-19. Bila sudah begini, tim vaksinator mempunyai cara mengatasi penolakan calon penerima vaksin. Diantaranya vaksinator menjelaskan manfaat vaksin.

“Ada yang takut, karena sudah dengar berita-berita hoax, jadi kita harus tenangkan dulu. Ada yang datang mau vaksin tapi belum sarapan, kita minta harus sarapan dulu. Dan banyak yang datang dengan kesadaran karena merasa vaksin ini penting,” tuturnya.

Ia mengaku, pelaksanaan vaksinasi terbanyak yang dilayaninya kala vaksinasi yang dijadwalkan di Pasar Wamanggu. Sehari dapat menyuntikan vaksin untuk 157 peserta.

Meskipun sudah menjadi tugasnya sebagai tenaga medis, Yohana patut merasa bangga. Terlebih sebagai vaksinator. Tentunya diharapkan dengan vaksinasi ini, pandemi Covid-19 dapat segera berakhir.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Merauke, dr Nevile Muskita mengatakan para vaksinator sebelumnya telah mengikuti pelatihan vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan. Dalam satu tim vaksinator diisi 8-10 petugas mulai dari pendaftaran, skrining, pelaksanaan vaksinasi dan observasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *