Dituduh Sengaja Mengcovidkan Pasien, Direktur RSUD Merauke Angkat Bicara

Metro Merauke – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, dr Yenny Mahuse menegaskan, tuduhan bahwa rumah sakit sengaja mengcovidkan pasien maupun jenazah, sama sekali tidak benar. Bahkan tuduhan miring dengan menyudutkan pihak rumah sakit dianggap sangat tidak berdasar.

“Kabar yang berkembang di luar bahwa, RSUD Merauke sering mengcovidkan pasien maupun jenasah. Kalau kita mengcovidkan pasien bagaimana bisa? Semua bukti hasil pemeriksaan ada, kalau pasien ini positif atau negatif. Dan penanganan pasien positif Covid-19 kami lakukan sesuai pedoman Kementerian Kesehatan,” terang Direktur RSUD Merauke, dr Yenny Mahuse yang disamping Kapolres Merauke, AKBP Untung Sangaji dalam Jumpa pers di RSUD Merauke, Minggu (21/3).

Tak hanya itu, Yenny mengungkapkan, tenaga medis di RSUD pun kerap mendapatkan intimidasi dan perlakuan kasar dari pihak keluarga yang tak puas dengan hasil medis kaitannya Covid-19.

Terakhir, kejadian pengambilan paksa jenasah Covid-19 oleh keluarga yang berujung ricuh, Sabtu (20/3). “Ada intimidasi di IGD Covid-19. Kejadian seperti itu berlangsung sudah lama, dan kemarin paling parah sampai terjadi pengrusakan fasilitas RSUD Merauke. Kita sering lakukan negosiasi dan jelaskan ke keluarga aturannya seperti itu,” ucapnya.

Ia menerangkan, RSUD Merauke merupakan satu dari 132 rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Indonesia, juga sebagai RS rujukan di wilayah selatan Papua. Sehingga, lanjut Yenny, dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien Covid-19, RSUD Merauke dipastikan berdasarkan ketentuan dan aturan protokol kesehatan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Katanya, sudah sesuai ketentuan, hasil medis berkaitan pemeriksaan pasien tetap diberitahukan kepada pihak keluarga nanti. “Hasil pemeriksaan ada semua dan sebagai bukti pasien ini positif atau negatif Covid-19. Kalau positif kita lakukan sesuai pedoman Kemenkes. Untuk pasien dengan gejala ringan, bisa lakukan karantina mandiri dan untuk gejala sedang maupun berat, di rawat di RSUD Merauke,” bebernya.

Menurut Direktur RSUD, dirasa perlu adanya sosialisasi yang baik kaitannya Covid-19 bagi masyarakat, salah satunya melalui media massa. Sehingga masyarakat luas dapat memahami dan mengenali gejala penyakit itu sendiri.

“Kami berharap melalui media bisa mensosialisasikan tentang covid-19 yang kini gejalanya bermacam-macam. Karena kurangnya sosialisasi, ada pasien yang datang ke RSUD sudah dengan gejala berat hingga akhirnya sampai di UGD meninggal.”

Yenny menyebut, di RSUD Merauke telah dilengkapi peralatan pemeriksaan Covid-19, tes cepat molekuler (TCM), di mana dalam waktu 2 jam hasilnya dapat diketahui, positif atau negatif Covid-19 dan juga memiliki alat tes polymerase chain reaction (PCR). (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *