Bupati Merauke Ingatkan Jangan Ada Lagi Perusakan Fasilitas Rumah Sakit

Metro Merauke – Bupati Merauke Romanus Mbaraka meminta, agar tidak ada lagi warga melakukan perusakan fasilitas rumah sakit. Bupati Mbaraka mewanti-wanti hal tersebut, mengingat adanya aksi anarkis massa pada Sabtu lalu, datang mengambil paksa jenazah pasien Covid-19 hingga berdampak pada rusaknya fasilitas RSUD Merauke, berupa mobil ambulance dan kaca bangunan pecah berantakan.

Tak hanya itu, saat mengunjungi RSUD Merauke, Bupati Romanus Mbaraka juga meminta masyarakat untuk dapat memahami kinerja dan tugas para tenaga medis dalam pelayanan kesehatan. Sehingga dirinya berharap, tak ada lagi image kesengajaan medis mengcovidkan pasien maupun jenazah.

“Pihak rumah sakit apa lagi dokter, punya sumpah dan tidak bisa vonis orang dengan sembarang tentang suatu penyakit, sehingga masyarakat perlu mengerti. Saya harapkan masyarakat tidak kembali merusak fasilitas yang ada,” ucapnya kepada wartawan disela-sela kunjungannya ke RSUD Merauke, Senin (22/3).

Kedatangan Bupati Romanus Mbaraka ke RSUD Merauke itu, guna memastikan kesiapan pengoperasian polymerase chain reaction (PCR), yang digunakan untuk mendiagnosa penyakit Covid-19. Dengan difungsikannya PCR disusul adanya dukungan pengunaan alat serupa milik TNI AD, kata bupati, diharapkan fasilitas kesehatan di daerah semakin mumpuni, lebih cepat lakukan pelayanan mendiagnosa penyakit Covid-19.

Terlebih RSUD Merauke merupakan rumah sakit rujukan Covid-19 di selatan Papua. Adanya fasiltias PCR di RSUD Merauke, diharapkan dapat melayani pemeriksaan sampel terkait Covid-19 dari daerah lain, seperti Kabupaten Mappi, Asmat dan Boven Digoel yang selama ini harus mengirim sampelnya ke luar daerah.

“Saya mau PCR di RSUD Merauke segera jalan, supaya semua orang tidak berkelahi. PCR satu-satunya mesin di Indonesia digunakan memeriksa dan buktikan covid atau tidak. Nanti dari daerah lain, seperti Mappi, Asmat dan Boven Digoel tidak lagi kirim sampelnya ke luar yang harus berhari-hari baru bisa mengetahui hasilnya,” katanya.

Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, bupati juga mengajak masyarakat Merauke untuk dapat mengikuti prosedur standar kesehatan covid-19 dengan penerapan 3M. “Setelah menata personalia pemerintah, saya akan turun langsung sampai ke kampung-kampung sosialisasikan kepada masyarakat secara menyeluruh,” tukasnya.
Sementara itu Direktur RSUD Merauke, dr Yeni Mahuse mengakui, pengoperasian alat PCR segera dilakukan setelah dilakukan koordinasi dengan pihak PLN.

Dijelaskan, PCR pemeriksaan laboratoriun untuk mendiagnosis penyakit Covid-19 berkapasitas 96 sampel akan sangat membantu memaksimalkan pelayanan kesehatan. “Besok PCR sudah bisa digunakan. PCR ini berkapasitas 96 sampel dan hasilnya dalam 3 jam sudah dapat diketahui,” terangnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *