Bisnis Senpi dan Amunisi Ilegal Menjanjikan Ada di Papua

Metro Merauke – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM perwakilan Papua menyatakan pasar atau bisnis senjataa api (senpi) dan amunisi ilegal yang menjanjikan kini ada di Papua.

Kepala Kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey mengatakan maraknya peredaran senjata api ilegal dan amunisi di Papua belakang ini, menjadi salah satu masalah menggelisahkan.

“Yang menggelisahkan kita hari ini adalah suburnya bisnis senjata. Peluru dan senjata api [ilegal kini] pasar terbaik di Indonesia ada di Papua ini,” kata Frits Ramandey, saat menjadi pembicara dalam rapat koordinasi Majelis Rakyat Papua, 19 Maret 2021.

Menurut Frits, ada berbagai kalangan yang diduga terlibat dalam bisnis senjata api dan amunisi ilegal di Papua, dengan peran masing masing.

Mereka yang diduga terlibat mulai dari oknum aparat keamanan, aparatur sipil negara, mantan pejabat publik hingga warga sipil dan kelompok bersenjata.

Katanya, ketika ia bertemu salah satu tahanan kasus penjualan senjata api ilegal di Sorong, Papua Barat beberapa waktu lalu, oknum itu menceritakan bagaimana senjata api dibawa masuk ke Papua. 

“Dalam kasus bisnis senjata ilegal di Papua, ketika ada dana Otsus, bisnis senjata tidak terlalu banyak. Tapi begitu ada dana Desa, senjata dan peluru laku,” ujarnya.

Ia mengatakan, ketika aparat TNI-Polri menggerebek salah satu lokasi transaksi amunisi dan senjata api di Kabupaten Mimika, pertengahan September 2018 lalu, Komnas HAM Papua menemui seorang tersangka dalam kasus itu. 

Tersangka itu mengaku dana untuk membeli senjata dan amunisi di sana, merupakan dana Desa. 

“Itu dana Desa, karena saya bertemu orangnya. Jadi ketika ada dana Otsus bisnis senjata tidak terlalu banyak. Begitu ada dana desa dari Jakarta masuk, senjata dan amunisi laku,” katanya. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *