MRP Pertanyakan Nasib Korban Tewas Dalam Konflik Intan Jaya

Metro Merauke – Majelis Rakyat Papua atau MRP mempertanyakan nasib beberapa warga sipil, yang tewas dalam konflik bersenjata di Intan Jaya.

Anggota MRP dari Intan Jaya, Ciska Abugau mengatakan selain Pendeta Yeremia Zanambani, beberapa warga sipil lain juga tewas selama konflik antara aparat keamanan dan kelompok kriminal bersenjata pecah di sana.

Mereka tewas akibat diduga mengalami kekerasan dari aparat keamanan maupun kelompok bersenjata, sebab kedua pihak mencurigai para korban adalah bagian dari pihak lawan.

“Pendeta Yeremia Zanambani mau diaotupsi. Bagaimana dengan korban korban yang lain di Intan Jaya? Kenapa hanya Pendeta Zanambani yang mau diautopsi,” kata Ciska Abugau, Jumat (19/3/2021).

Pertanyaan itu disampaikan Ketua Kelompok Kerja atau Pokja MRP tersebut dalam Rapat Koordinasi Tim Kerja Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Orang Asli Papua, di Kota Jayapura.

Rapat Koordinasi yang digelar MRP itu, membahas tentang Implementasi Hak Asasi Manusia pada Wilayah Konflik di Provinsi Papua.

Ciska Abugau mengaku kecewa sebab hingga kini upaya menciptakan damai di Intan Jaya belum terlihat membuahkan hasil. 

“Kami sudah menyampaikan ini kepada berbagai pihak, namun tidak didengar. Kita jangan selalu saling curiga. Tokoh agama dicurigai,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan apakah anggota TNI-Polri di Papua tak ada yang ditugaskan menjaga kamtibmas, sehingga mesti didatangkan dari luar.

“Di Papua ini apakah tidak ada TNI-Polri yang ditugaskan mentasi kamtibas sehingga selalu didatangkan dari luar?” kata Ciska Abugau.

Selain itu, ia juga mempertanyakan berapa banyak aparat keamanan yang didatangkan dari luar Papua. Apakah itu sepengetahuan pemerintah provinsi dan kabupaten, dimana pasukan itu nantinya di tempatkan.

“Berapa banyak pasukan yang didatangkan dari luar. Mereka ini mau mengamankan siapa, dan apa tujuannya,” ucapnya. ( Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *