Bupati Romanus Mbaraka Bertemu Kepala Daerah Mappi, Bahas 3 Topik Penting

Metro Merauke – Bupati Merauke, Papua, Romanus Mbaraka bertemu kepala daerah Kabupaten Mappi. Pertemuan yang berlangsung di Kepi, Mappi, Jumat siang (19/3). Sejumlah permasalahan, mulai soal batas wilayah, rencana pertemuan selatan-selatan untuk mendorong pemekaran Provinsi Papua Selatan (PPS) dan konektifitas akses transportasi dua wilayah menjadi topik pembahasan selama pertemuan berlangsung.

Menurut Wakil Bupati Mappi, Jaya Ibnu Su’ud, pertemuan ini merupakan inisiatif dari Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, sebagai wahana silaturahmi sekaligus berdiskusi guna membangun sekepahaman dalam berbagai persoalan penting demi memajukan daerah.

“Saya wakili Bupati Mappi untuk berdiskusi dengan Bupati Merauke dan rombongan. Kalau soal batas wilayah, selama ini bupati yang komunikasi langsung dengan bupati induk. Nantinya, tiga hal penting yang tadi didiskusikan bersama bupati Merauke, akan ditindaklanjuti pembahasannya secara internal bersama bupati Mappi,” jelas Wakil Bupati Mappi, Jaya Ibnu Su’ud kepada Metro Merauke.

Jaya Su’ud menjelaskan, Merauke sebagai kabupaten induk telah menggagas adanya pertemuan selatan-selatan yang dalam waktu dekat bakal dilaksanakan. Sehingga, lanjutnya, berbagai persiapan menuju pertemuan itulah, Pemkab Merauke berkunjung ke Mappi.

“Ada korelasinya mengenai batas wilayah masing-masing kabupaten, ini hubungannya untuk mendorong pemekaran PPS. Dan dibutuhkan kesepakatan atau kesepahaman untuk didorong ke provinsi dan pusat,” katanya.

Pihaknya memastikan, berkaitan usulan PPS, Pemkab Mappi memiliki komitmen kuat untuk ikut mendorong proses pemekaran segera terbentuk. “Bupati Mappi sendiri tetap komitmen untuk mendorong bersama-sama kabupaten lain di selatan Papua, sehingga proses PPS dapat segera terwujud,” jelasnya.

Diuraikan, dalam pertemuan tersebut pun untuk membahas masalah kondisi wilayah di Merauke dan sekitarnya. Apalagi Mappi merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Merauke, sehingga perlu langkah bersama dan sinergitas dalam mengatasi permasalahan akses transportasi yang menghubungkan dua wilayah. Salah satunya jalur trasnportasi darat penghubung 2 kabupaten melalui Bian, perlu perbaikan.
“Pembangunann Bian jadi program prioritas. Kita harap dengan konektifitas yang memadai, dapat mendorong kemajuan ekonomi dua wilayah. Kita harus saling menguatkan berdasarkan potensi masing-masing daerah.

Pihaknya optimistis, adanya konektifitas, terhubungnya akses transportasi, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dua wilayah. “Jalan dari Salamepe dan Banamepe itu bagian Mappi. Dari Bade ke Kepi tanggungjawab provinsi, jadi bagian Mappi membangun infrastruktur yang berada di wilayah kami (Mappi). Kondisi hari ini dari Salamepe sampai ke Bian yang paling parah, butuh perbaikan,” tukasnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *