Kualitas Ikan di Pasar Wamanggu Diuji di Laboratorium

Metro Merauke – Tim Pengawasan Mutu Hasil Perikanan Domestik yang terdiri dari Dinas Perikanan, Dinas Perindagkop dan UKM, Stasiun KIPM Merauke, Loka POM Merauke, dan UPTD Pembinaan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (PPMHP) Merauke, bergerak bersama melakukan pengawasan mutu hasil perikanan di Pasar Wamanggu, Kamis (18/3).

Tim tersebut turun melihat langsung kondisi Pasar Wamanggu. Termasuk melakukan penilaian terhadap sarana dan prasarana pasar yang dipakai sebagai lapak berjualan pedagang ikan.

Dikatakan Kepala Stasiun KIPM Merauke, Nikmatul Rochmah, beberapa sampel ikan yang dijual pedagang diambil petugas untuk diuji kualitas atau mutunya di laboratorium. “Tim akan menilai tingkat kesegaran ikan yang di jual di pasar,” katanya.

Selain itu, sebagai rangkaian pengawasan mutu hasil perikanan di pasar, lanjutnya, tim juga akan melihat, apakah ada cemaran biologi yang mengkontaminasi ikan-ikan yang dijual ataupun bahan tambahan berbahaya yang sengaja ditambahkan pada ikan, seperti formalin, agar ikan tetap terlihat segar.

Nikmatul mengatakan, dibutuhkan waktu selama 4 hingga 5 hari untuk mengetahui hasil pengujian ini. “Tapi untuk sementara, dalam beberapa kali kami melakukan pengawasan, kami tidak menemukan adanya bahan tambahan berbahaya pada ikan-ikan yang dijual. Ikan-ikan lokal kita di Merauke umumnya masih banyak yang segar,” bebernya.

Menurutnya, pedagang di pasar masih perlu pembinaan dalam mempertahankan mutu kesegaran ikan. Tentunya saja hal tersebut perlu didukung persyaratan sarana dan prasarana pasar yang memadai. Semisal mengenai lokasi penjualan, tidak berada di tempat yang merupakan daerah buangan kotoran sampah atau daerah lain yang dapat menimbulkan pencemaran.

Selain itu, imbuh Nikmatul, bangunan perlu memiliki ruang yang cukup, terawat, mampu melindungi ikan dari hewan pengganggu. Saluran air untuk pembuangan kotoran dan limbah yang memadai dan memudahkan untuk perawatan, dan dibutuhkan penerangan yang cukup, baik itu penerangan alami maupun tambahan dan beberapa aspek lainnya.

Dijelaskannya, kegiatan pengawasan mutu hasil perikanan domestik merupakan upaya mendukung penyelenggaraan Inpres 01 Tahun 2017, tentang Gerakan masyarakat hidup sehat. “Kegiatan ini akan dilaksanakan 2 kali dalam setahun. Setelah ini, direncanakan lagi pengawasan di Bulan September,” tukasnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *