Dualisme Berakhir, Sekda Papua Jangan Ragu Melaksanakan Tugas

Metro Merauke – Sekretaris Daerah atau Sekda Provinsi Papua, Dance Yulian Flassy diingatkan tidak perlu ragu melaksanakan tugas. 

Anggota komisi I DPR Papua, Emus Gwijangge mengatakan, polemik dualisme jabatan Sekda Papua telah berakhir. Dance Yulian Flassy kini adalah Sekda Papua yang sah, berkekuatan hukum.

Ini ditandai dengan serah terima jabatan dari Penjabat Sekda kepada Sekda Papua definitif, 15 Maret 2021.

Pernyataan anggota komisi bidang pemerintahan, politik, hukum dan HAM itu disampaikan sebagai respons terhadap pernyataan Dance Yulian Flassy di media sehari sebelumnya.

Dance Yulian Flassy mengatakan, ia belum menerima dokumen masa jabatan Penjabat Sekda Papua sebelumnya, pascaserah terima jabatan beberapa hari lalu.

Akan tetapi menurut Emus, Sekda Papua tidak perlu ragu. Jangan sampai hal itu mempengaruhi kinerja Dance Flassy dalam melaksanakan tugas.

“Sebenarnya dokumen yang dimaksud Sekda Papua itu bukan dokumen jabatan. Hanya sebuah catatan memori serah terima,” kata Emus Gwijangge, Kamis (18/03/2021).

Katanya, serah terima jabatan sudah dilakukan, sehingga secara resmi dan otomatis terjadi pengalihan jabatan, tugas dan tanggung jawab dari pejabat lama ke pejabat baru.

Menurutnya, Sekda Papua definitif sebaiknya langsung bekerja. Melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya.

“Itu hanya masalah internal. Saya pikir hal hal kecil seperti itu jangan menjadi hambatan,” ujarnya.

Emus Gwijangge menyatakan, sebagai mitra Komisi I DPR Papua akan melaksanakan fungsi pengawasan. 

Mendukung setiap kebijakan Sekda Papua yang bertujuan untuk kepentingan daerah dan masyarakat Papua. Namun pihaknya akan mengingatkan ketika ada kebijakan yang dianggap keliru. 

Kata Emus, paling utama dalam melaksanakan tugas, mesti mengutamakan kepentingan masyarakat dan daerah di atas kepentingan pribadi atau kelompok.

“Polemik dualisme Sekda Papua telah berakhir. Kini saatnya bersatu membangun Papua,” katanya.

Sebelumnya, Sekda Papua, Dance Yulian Flassy mengatakan setelah serah terima jabatan, ia belum menerima dokumen masa jabatan Penjabat Sekda Papua yang sebelumnya hingga adanya Sekda definitif.

Ia berpendapat, dokumen itu mestinya ada saat serah terima karena bersifat wajib. 

Dance Flassy berharap, dokumen tersebut segera diserahkan, agar tidak ada salah aturan dalam menjalankan tugasnya sebagai Sekda Papua. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *