Sosok di Balik Suksesnya Pemilu dan Pilkada di Merauke

Metro Merauke – Kabupaten Merauke sukses merampungkan pemilihan kepala daerah serentak 2020. 

Gubernur Papua, Lukas Enembe telah melantik pasangan bupati dan wakil bupati Merauke terpilih, Romanus Mbaraka-H Riduwan pada 3 Maret 2021. 

Pelantikan pasangan pimpinan Kabupaten Merauke lima tahun mendatang itu, menandai berakhirnya tugas pelenyenggara Pemilu di sana. 

KPU Merauke telah menyelesaikan tanggung jawab yang dibebankan negara. Mulai dari tahapan, pelaksanaan hingga penetapan pasangan calon terpilih. 

Lembaga penyelenggara Pemilu di Merauke, terbilang sukses melaksanakan tugasnya. Selama masa tahapan pilkada hingga pelantikan pasangan calon kepala daerah terpilih, dilalui tanpa kendala berarti. 

Tak ada sengketa hukum dalam pelaksanaan pilkada Merauke. KPU mengulang sukses mereka, setahun sebelumnya atau ketika pelaksanaan pemilihan legislatif dan pemilihan Presiden-Wakil Presiden, 2019.

Keberhasilan KPU Merauke melaksanakan pesta demokrasi dua tahun beruntun, menuai pujian dari berbagai pihak. Sederat penghargaan dari KPU Provinsi Papua dan KPU RI diraih lembaga itu.

Satu di antara sosok penting di balik suksesnya KPU Merauke, adalah Theresia Mahuse. Ia merupakan ketua lembaga penyelenggara Pemilu di tanah Ha Anim.

Perempuan 42 tahun berdarah Marind itu berhasil mengkoordinir penyelenggara Pemilu di tingkat kabupaten, distrik hingga kampung, untuk melaksanakan tanggung jawab sebaik mungkin.

Bagi Theresia, keberhasilan menyelenggarakan Pemilu dan pilkada tanpa sengketa hukum ke Mahkamah Konstitusi (MK), merupakan kebanggaan tersendiri.

Ia lega sebab Pemilu dan pilkada di tanah kelahirannya, terlaksana secara demokratis.

“Keberhasilan itu merupakan milik semua, tanpa terkecuali,” kata putri sulung pasangan Alm Joseph Taki Mahuze dan Alexandra Soedarsih itu kepada Metro Merauke.

Apresiasi juga ia sampaikan kepada para stakeholder di Merauke. Sebab para pihak itu, turut andil mewujudkan pilkada aman dan damai di sana. 

Terutama dalam pelaksanaannya, tetap memperhatikan protokol kesehatan hingga meningkatnya partisipasi pemilih. 

“Semua ini bukan hanya keberhasilan KPU sebagai penyelenggara Pemilu. Ini keberhasilan semua pihak. Pemerintah daerah, aparat keamanan dan lapisan masyarakat Merauke sudah berpatisipasi mensukseskan Pemilu yang aman dan damai,” ucapnya.

Terpenting kata Theresia, internal KPU dan jajarannya mampu bekerja profesional. Berpegang pada aturan merupakan kunci utama. Inilah yang selalu ia ingatkan kepada jajarannya.

“Ketika bekerja di luar rel akan ada dampak dan konsekuwensi yang diterima. Seperti timbulnya masalah Pemilu,” ucapnya.

Suksesnya penyelenggaraan Pemilu di Merauke, tidak hanya membuat KPU Merauke menyabet sederet penghargaan. Lembaga penyelenggara Pemilu di sanapun dijadikan contoh untuk KPU daerah lain.

Theresia Mahuse mengatakan, salah satu indikator suksesnya penyelenggaraan pesta demokrasi, yakni tingginya partisipasi pemilih. Misalnya saat pelaksanaan pilkada Merauke akhir tahun lalu.

Meski dilaksanakan di tengah pamdemi Covid-19, partisipasi pemilih di Merauke ketika itu mencapai 77,3 persen. Persentase ini di atas angka target nasional, yakni 75 persen. 

“Dari hasil evaluasi tahapan Pilkada di 20 distrik memang diketahui partisipasi warga tinggi dalam pilkada. Terimakasih juga kepada petugas Pemilu tingkat PPD, PPS dan KPPS,” ucap Theresia.

Ia berharap,  pasangan kepala daerah Merauke kini dapat mengemban amanah dari rakyat yang telah memilih mereka. Membawa Kabupaten Merauke, ke arah yang lebih baik dalam segala bidang. (Nuryani/Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *