Wakil Ketua I DPR Papua Manfaatkan Masa Reses Kunjungi Asrama Mahasiswa

Metro Merauke – Wakil Ketua I DPR Papua, Yunus Wonda manfaatkan masa reses dengan mengunjungi sembilan unit asrama mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) di Abepura, Kota Jayapura, Rabu (03/03/2021).

Selain berdiskusi dengan mahasiswa, politikus Partai Demokrat itu juga memberikan bantuan kebutuhan pokok kepada penghuni asrama. Di antaranya beras, mie instan, minyak goreng, gula pasir, dan susu.

Yunus Wonda mengatakan pada masa reses ini mestinya ia ke daerah pemilihannya di Kabupten Puncak Jaya. Akan tetapi karena kini situasi pandemi Covid-19, sehingga akses ke daerah itu sulit.

“Karena daerah itu masih hijau dan kita dari kota susah masuk ke sana karena dianggap dari zona merah,” kata Yunus Wonda.

Dalam pertemuan dengan mahasiswa, Yunus Wonda yang merupakan Ketua Harian Panitia Besar PON berharap, diizinkan menggunakan asrama mahasiswa sementara waktu saat pelaksanaan PON 20 pada tahun ini.

Katanya, jika diizinkan pihaknya akan merenovasi asrama itu. Akan tetapi nantinya penghuni asrama mesti mencari tempat tinggal sementara waktu.

“Kami mesti sepakat dulu dengan penghuni barulah kami rehab dengan standar bintang tiga. Kami lengkapi semua fasilitasnya. Setelah PON, asrama itu akan kami serahkan kembali kepada pihak lembaga atau universitas,” ujarnya.

Kata Yunus Wonda, pihaknya akan membicarakan bersama Uncen solusi terbaik untuk mahasiswa, ketika mesti meninggalkan asrama mereka sementara waktu selama proses renovasi dan pelaksanaan PON.

“Beberapa asrama misalnya Asrama Puncak Jaya, dan Tolikara mereka sudah siap, asramanya digunakan. Jadi nanti tinggal didiskusikan seperti apa, itu kembali kepada penghuni dan pihak Uncen,” ucapnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan merekrut penghuni asrama sebagai volunteer atau relawan saat PON mendatang. 

Untuk itu, setiap ketua asrama diminta mendata penghuni asrama dan didaftarkan sebagai relawan PON. Setelah terdaftar mereka akan langsung dibuatkan rekening bank.

Ketua Asrama Maleo, Yebun Rumbewas mengatakan para mahasiswa di asrama berasal dari latar belakang berbeda. Ada yang orangtuanya secara ekonomi mampu, dan ada yang tidak.

“Bagaimana dengan kami yang tidak mampu, orangtua kami mau bayarkan kami kos, uang dari mana? Sementara mereka sudah banting tulang membayarkan kami uang kuliah,” kata Yebun Rumbewas.

Menurutnya, jika PB PON Papua telah membicarakan hal itu dengan pihak Uncen, mestinya penghuni asrama disiapkan tempat tinggal sementara.

“Kami siap keluar dari asrama sementara waktu. Akan tetapi mungkin bapak bicara dengan lembaga untuk mempertimbangkan apa yang kami sampaikan,” ujarnya. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *