Harapan Mereka untuk Pemimpin Baru, Atasi Masalah Pertanian Hingga Hidupkan Kembali Germani

Metro Merauke – Puncak pesta demokrasi 5 tahunan untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati Merauke, Papua telah usai. Terselenggaranya kontestasi Pilkada Merauke 2020 yang aman dan damai menghasilkan Bupati dan Wakil Bupati Merauke baru pilihan masyarakat 20 distrik, 11 kelurahan dan 179 kampung untuk memimpin Merauke ke depan.

Tentu saja, dengan kepemimpinan Bupati Romanus Mbaraka dan Wakilnya H Riduwan, menghadirkan harapan-harapan baru bagi masyarakat di Kabupaten Merauke.

Bangun Daerah Sesuai Visi – Misi
Tidak terkecuali bagi Tokoh Pemuda Kimaam, Emanuel Buyuka (51), mengemukakan, Pilkada telah menghasilkan pemimpin baru yang amanah. Kepala daerah diharapkan dalam membangun daerah harus sesuai visi-misi, sehingga dapat membawa Merauke menuju pembangunan dan perubahan ke depan lebih baik. Tentunya, kata Emanuel, pembangunan yang dilakukan harus secara merata, dan dapat dirasakan warga hingga di kampung-kampung.

“Kita titip pesan untuk bupati, perhatikan masyarakat di pinggiran dan kampung-kampung. Karena selama ini pembangunan hanya fokus di kota, banyak jalan beraspal licin, sementara kita di kampung juga butuh perhatian,” katanya.

Terobosan Tangani Covid-19, Perbaiki Jalan, dan Atasi Masalah Pertanian
Seperti dikemukakan Sri Nurhayati (35), warga Kampung Muram Sari, Distrik Semangga, maju mundurnya pembangunan dan ekonomi di daerah tergantung kesungguhan pemimpinnya. Kepada kepala daerah yang baru dilantik, Romanus Mbaraka dan H.Riduwan, diharapkan menjadi pemimpin yang amanah dalam membawa masyarakat di Merauke lebih maju diberbagai sektor. Maju di sektor pendidikan, insfrastruktur, pertanian maupun peningkatan ekonomi masyarakat.

Yang paling menonjol saat ini, kata Sri, dampak pandemi Covid-19 dirasakan semua sektor. Terlebih pada pendidikan. Rasanya, selama pandemi pendidikan di daerah tidak berjalan dengan optimal.

“Anak-anak tidak bisa sekolah menuntut ilmu dengan baik. Khawatir sekali dengan kemajuan pelajar sekarang. Tapi kita mau bagaimana lagi. Sehingga kita sangat berharap, Bupati dan Wabup yang baru punya terobosan melakukan penanganan masalah Covid-19 di Merauke agar bisa segera teratasi,” ucapnya.

Disisi lain, menurut Sri Nurhayati, persoalan perbaikan jalan di Distrik Semangga, butuh perhatian pemerintah demi kelancaran aktivitas masyarakat. Tak hanya itu, warga berharap permasalahan pertanian yang dialami petani mulai dari persoalan pupuk hingga pemasaran hasil produksi, nantinya dapat teratasi dan tidak terjadi lagi.

“Memang banyak jalan yang rusak. Kalau bisa segera diperbaiki, terlebih di jalan utama dan gang. Supaya aktivitas masyarakat menjadi lebih mudah. Juga perlu pikirkan masalah petani, setiap musim tanam hingga panen, pasti saja ada persoalan,” tuturnya.

Penuhi Janji Politik
Ucapan selamat dan proviciat datang juga dari tokoh agama, Pastor Anselmus Amo MSC. Katanya, menjadi kepala daerah harus dapat menunaikan harapan besar masyarakat yang sebelumnya digaungkan lewat janji politik.

“Kita harapkan kepemimpinan ini dapat memenuhi janji politiknya. Tak hanya itu, dalam memberikan pelayanan harus bisa mengcover secara keseluruhan yang menjadi kebutuhan masyarakat Merauke,” katanya.

Tak kalah penting, lanjut Pastor Amo, sebagai pemimpin pun harus berjiwa besar, merangkul semua masyarakat, sekalipun sebelumnya lawan politik dalam pertarungan Pilkada. Kemudian bersama-sama bergandengan tangan untuk bangun Merauke.

“Kami mendukung kepemimpinan ini dan siap memberikan masukan untuk kemajuan Merauke. Sebagai pemimpin di atas kepentingan dan golongan, perlu merangkul semuanya termasuk lawan politik ikut dirangkul, lalu maju bersama membangun Merauke,” tuturnya.

Fokus Atasi Masalah OAP
Dominikus Ulukyanan, politikus Partai Golkar menyebut, terpilihnya Bupati dan Wabup Merauke yang baru hasil Pilkada serentak 2020 sudah menjadi kehendak Tuhan. Menurutnya dalam menjalankan tugasnya, utama sekali yang perlu dilakukan fokus dalam penyelesaian permasalahan orang asli Papua dan tidak termakan isu-isu yang sementara berkembang di Tanah Papua.

“Memang sesuai perintah partai dalam Pilkada saat itu ada beda pilihan. Itu sudah selesai, sudah kehendak Tuhan masyarakat memilih Romanus Mbaraka dan H. Riduwan, dapat amanah memimpin daerah. Sekarang yang paling penting dilakukan, selesaikan masalah OAP. Dimana pembangunan diarahkan pertama di daerah tertinggal,” ujarnya.

“Konkritnya kebutuhan dasar manusia perlu dilihat. Seperti penanganan Distrik Waan mesti dituntaskan. Transportasi untuk pegawai di kampung yang bertugas sebagai perpanjangan tangan pelayanan pemerintah. Yang paling parah lagi soal pendidikan orang Papua, tidak berjalan optimal, ini bisa jadi bom waktu dan harus diselesaikan,” ucapnya.

Ia meyakini Bupati Romanus Mbaraka memiliki jiwa besar untuk dapat merangkul semua orang, sehingga tidak ada lagi perbedaan. Karena saat ini telah menjadi bupati bagi semua orang di Kabupaten Merauke.

Regulasi Afirmasi Adat Marind Pasti Terealisasi
Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Malind Anim Ha Merauke ikut merasa bangga dan bersyukur, pemimpin baru untuk Merauke yang dipilih masyarakat lewat pesta demokrasi, resmi dilantik.

Menurut Sekretaris LMA Malind Anim Ha, Joseph Albin Gebze, Bupati Merauke sebagai leader dengan gaya kepemimpinannya, pasti memberikan perhatian untuk kemajuan masyarakat adat. Terbukti dengan telah dicetuskannya regulasi daerah, keberpihakan terhadap afirmasi untuk masyarakat adat Malind Anim Ha.

“Kita yakin hal ini akan direalisasikan. Regulasi ini sempat terpendam. Lalu bicara pemekaran provinsi, Bupati Romanus juga sebagai pionernya. Hal-hal mendasar untuk perlindungan masyarakat Malind Anim Ha sudah jauh-jauh hari beliau pikirkan. Kini, dengan pola yang ada, pasti apa yang sudah dikampanyekan dan yang telah diamanahkan masyarakat akan mampu dibuktikan,” katanya

Ditambahkan, untuk mewujudkan kemajuan dan pembangunan di daerah sangat dibutuhkan kamtibmas di tengah masyarakat.

Hidupkan Germani dan Program PKK
Bagi Kepala SMK Negeri II Merauke, Metty Wabiser, sederet program yang sempat dijalankan pada kepemimpinan Romanus Mbaraka periode 2010-2015, adalah Gerakan makan ikan (Germani) sangat familiar di hati masyarakat. Merasa besar manfaatnya, membantu dalam peningkatan gizi keluarga, sehingga dirinyan menilai perlu program tersebut dihidupkan kembali. “Sangat bagus program itu dan perlu diadakan kembali,” tuturnya.

Mewakili kaum perempuan, Metty juga berharap program PKK perlu ditingkatkan. Pasalnya, komunitas keluarga menjadi inti sebelum ke luar ke komunitas yang lebih besar, bermasyarakat. Dimana program PKK menjadi dasar kuat untuk menghadirkan keluarga yang berkualitas dan mandiri.

Bupati dan Wakil Bupati diharapkan dapat memberi ruang dan porsi yang cukup bagi perempuan untuk tampil, maju atau bahkan bila ada yang mumpuni dibidang pemerintahan, diberi kesempatan dan kepercayaan mendapatkan posisi untuk memimpin.

Demi kemajuan pendidikan di daerah, pemerintah perlu memberikan perhatian tersendiri untuk pelajar asli Papua. Terlebih pelaksanaan pendidikan di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Pembangunan Jauh Lebih Bagus
Sukardi (43), pedagang sayur berpendapat, kepemimpinan sebelumnya cukup baik. Namun, kata dia, bagaimanapun masyarakat harus berpikir ke depan dan dengan kepemimpinan yang baru kini, semoga pembangunan di Merauke dapat dilakukan lebih bagus lagi.

Dengan kepemimpinan Romanus Mbaraka-Riduwan, sambungnya, bisa menghadirkan kemakmuran, keamanan serta ketentraman bagi masyarakat secara keseluruhan.

“Kita sebagai masyarakat berharap ke depan lebih maju. Apa-apa yang belum terlaksana, bisa dilanjutkan oleh kepempinan yang baru. Termasuk memberi perhatian untuk pedagang kecil seperti kami (pedagang sayur). Kalau boleh, kita diberikan modal usaha. Karena adanya virus corona ini, pedagang pun kena dampaknya,” ungkap Sukardi. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *