Sehari, Lebih dari 100 Pasien Covid-19 di Merauke Sembuh

Metro Merauke – Pemerintah Daerah (Pemda) Merauke, Papua, terus berupaya melakukan penanganan laju penyebaran Covid-19. Satuan Tugas (Satgas) covid-19 setempat mencatat, angka kesembuhan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada Selasa (23/2) sangat tinggi.

Diketahui sebanyak 114 orang telah sembuh dan selesai melakukan isolasi mandiri. Demikian dikatakan Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Merauke, dr Nevile Muskita kepada wartawan, Selasa (23/2).

“Hari ini ada 114 orang telah sembuh dan boleh pulang ke rumah, termasuk yang sudah menjalani isolasi mandiri,” ujarnya.

Kendati demikian, lanjut Nevile, yang terkonfirmasi positif Covid 19 di Merauke pun masih tinggi. Dimana masih ada 87 pasien Covid-19. “Sampai hari ini masih ada penambahan pasien baru sebanyak 6 orang. Sehingga totalnya berjumlah 87 pasien. Yang mana 25 orang diantaranya dirawat di RSUD Merauke sedangkan sisanya menjalani isolasi mandiri di rumah,” terangnya.

Nevile menyebutkan, data update Covid-19 di Merauke secara kumulatif sebanyak 682 orang. Kasus sembuh mencapai 556 serta terjadi penambahan jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia, jadi 39 kasus.

Diuraikan Juru bicara Satgas Covid-19 adanya penambahan 2 pasien Covid-19 yang meninggal dunia, Selasa (23/2) masing-masing pasien berjenis kelamin perempuan dan laki-laki.

“Pasien perempuan (46), rujukan dari Puskesmas Kumbe pada 20 Februari, dengan keluhan sesak napas, demam dan hilang penciuman. Keluhan tersebut sudah dialami selama seminggu terakhir. Dan hasil pemeriksaan saturasi O2 menurun, juga hasil pemeriksaan swab TCM terkonfirmasi positif covid-19, komorbid HT dan DM, keadaan umum jelek sehingga dirawat di ICU, namun akhirnya pasien meninggal dunia hari ini, jam 07.37 WIT,” jelasnya.

Kemudian pasien Covid-19 yang meninggal dunia 2 berjenis kelamin laki-laki (51). “Pasien dibawa keluarga ke IGD RS Bunda Pengharapan pukul 09.35 WIT dengan kondisi tak sadarkan diri dan saturasi O2 jelek, riwayat sesak napas 3 hari ini, komorbid asma, dilakukan RJP. Namun, akhirnya pasien meninggal pukul 10.20 WIT. Karena sebelumnya ada riwayat sesak dan rapid antibodi reaktif, untuk keamanan keluarga, maka RS Bunda Pengharapan mengajukan permintaan swab untuk periksa TCM ke RSUD yang langsung mengirim tim swab ke RS Bunda Pengharapan dan ternyata hasil pemeriksaan TCM terkonfirmasi covid-19,” kata Nevile Muskita. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *