Stasiun KIPM Merauke Dampingi Pelaku Usaha Perikanan Registrasi Kartu Kusuka

Metro Merauke – Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Kelas II Merauke, Papua terus melakukan pendampingan penginputan atau registrasi Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka)

Stasiun KIPM Merauke berinisiatif untuk membantu masyarakat mendapatkan kartu tersebut dengan strategi ‘jemput bola’. Dimana, pelaku usaha perikanan yang terdaftar di database Stasiun KIPM Merauke, dipanggil ke kantor kemudian didaftarkan melalui aplikasi satu data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Setiap harinya kami memanggil 10 pelaku usaha perikanan ke kantor. Pembatasan jumlah ini juga kami lakukan untuk menjalankan protokol pencegahan Covid-19 saat ini,” kata Koordinator Pelaksana Pengawasan, Pengendalian dan Informasi, Firhansyah.

Dijelaskannya, banyak manfaat yang bisa diterima pelaku usaha perikanan dengan adanya kartu Kusuka ini. Terlebih dalam pelayanan, kartu ini menjadi prasyarat penggunaan layanan karantina KKP, untuk mendapatkan program pelatihan, penyuluhan hingga prasyarat calon penerima bantuan dari KKP.

Diberbagai kesempatan Stasiun KIPM Merauke juga menjelaskan Kartu Kusuka. Kartu ini digunakan sebagai identitas tunggal pelaku usaha kelautan dan perikanan. Penggunaan kartu telah diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 42/Permen-KP/2019 tentang Kartu Pelaku Utama Sektor Kelautan Perikanan.

“Siapa saja yang berhak memiliki Kusuka? Tentunya para Pelaku Usaha Perikanan seperti nelayan, pembudidaya ikan, pengolah ikan, pemasar ikan, petambak garam baik untuk perorangan maupun yang berbadan hukum. Kami Stasiun KIPM Merauke fokus pada para pemasar ikan antar pelabuhan.”

Koordinator Pelaksana Pengendalian dan Informasi yang juga bertanggung jawab sebagai Validator Data Kusuka, Firhansyah menyebut, untuk proses pendaftaran atau registrasi sangat mudah karena telah berbasis online, melalui website SatuData KKP.

“Saat ini kita hidup dalam era digitalisasi, jadi kita semua harus siap dengan semua perubahan yang ada. Kami siap membantu apabila ada kesulitan dalam pengisian,” tandasnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *