Gereja Protestan Indonesia Jemaat Ora Et Labora Kumaaf, Diresmikan

Metro Merauke – Gereja Protestan Indonesia (GPI) di Papua, Klasis Muting Jemaat Ora Et Labora Kumaaf, Kampung Kumaaf, Distrik Ulilin, di Jalan Trans Papua, diresmikan, Minggu (31/1).

Peresmian oleh Ketua Sinode GPI Papua, Pdt. Isak Iwong, S.Ag, bersama segenap panitia pembangunan gereja dan jemaat. Hadir dalam acara tersebut, Kepala Distrik Ulilin, John Mehuzet Kayame, S.STP.

“Kami berharap, dengan peresmian ini, jemat bisa bertumbuh di Muting, bertumbuh dalam iman dan kepercayaan,” kata Ketua Sinode GPI Papua , Pdt. Isak Iwong, S.Ag, Ahad.

Ia juga merindukan berdirinya sebuah kabupaten di wilayah Distrik Ulilin, Muting dan sekitarnya yang selama ini jauh jangkauan dari Kota Merauke. “Ini kan daerah jauh, keadaan masyarakat, dari waktu ke waktu, seperti begitu saja,” ujarnya.

Ketua Majelis Jemaat GPI Papua Ora Et Labora, Pendeta J Leonorse Ruimasa mengatakan, jumlah jemaat Ora Et Labora Kumaaf sebanyak 49 KK. “Dengan 176 jiwa, ditambah simpatisan,” ucapnya.

Ia berterima kasih kepada semua pihak yang telah turut berkontribusi bagi pembangunan gereja. “Semua untuk Tuhan,” tuturnya.

Ketua Panitia Pembangunan Gereja, Jeremias Benggu menjelaskan, pendirian dikerjakan sejak 11 November 2014. Selama enam tahun, beragam rintangan silih berganti. “Ada banyak tantangan, namun puji Tuhan, dengan semangat, kami tetap bergandengan tangan sehingga pekerjaan selama enam tahun dua bulan, 20 hari, terjawab,” ulasnya.

Ia berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke dimana telah memberi bantuan sebesar Rp150 juta, bersumber dari dana hibah tahun 2014 dan 2018. “Ada juga penerimaan dari ADK kampung Kumaaf, sumbangan perorangan dan usaha panitia,” terangnya.

Ia berharap, bantuan lanjutan dari Pemerintah Merauke sebesar Rp35 juta, dapat direalisasikan.

“Ada satu hal yang masih terikat dengan Pemerintah Daerah, yaitu dibeberapa waktu lalu, kami telah menandatangani bantuan sebesar Rp35 jt, tapi belum cair, berhubung adanya covid 19, kami berharap dana itu jangan dipending,” tukasnya.

Anggaran tersebut, rencananya diperuntukan untuk melengkapi sarana lainnya.

Kepala Distrik Ulilin, John Mehuzet Kayame, S.STP mengungkapkan kegembiraannya atas peresmian bangunan gereja. “Gereja rampung dengan megah. Semua ini, untuk mendukung dan membantu pemerintah, membantu Tuhan di Ulilin,” tutupnya. (Sayd Madrid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *