Dewan Adat Papua Desak Penegakan Hukum Terhadap Terduga Pelaku Rasisme

Metro Merauke – Dewan Adat Papua mendesak aparat keamanan menegakkan hukum terhadap terduga pelaku ujaran rasisme di media sosial, Ambroncius Nababan. 

Sekretaris II Dewan Adat Papua, John NR Gobai mengatakan, terduga menulis kalimat berunsur rasisme di akun facebooknya, beberapa hari lalu. 

Status itu ditujukan kepada bekas komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI), Natalius Pigai.

Disinyalir aksi itu di latar belakangi penolakan Natalius Pigai terhadap kebijakan pemerintah membeli vaksin COVID-19 produksi Sinovac. 

“Kami mau hukum ditegakkan. Inikan dalam perdebatan tentang vaksin, dan Pigai bicara dalam konteks HAM. Mesti ada langkah cepat penegakan hukum agar isu ini tidak berdampak ke Papua. Oknum itu mesti ditangkap dan diproses hukum,” kata John Gobai, Senin (25/01/2021).

Menurutnya, penegakan hukum juga dapat menjadi peringatan kepada publik, agar ke depan lebih bijak menggunakan media sosial.

Dugaan ujaran rasisme ini, dianggap menyinggung orang Papua. Kalau saja dalam statusnya terduga menyebut oknum , mungkin kesannya tidak menyeluruh. 

“Akan tetapi kalau menuliskan kata ‘saudaramu’ itu sudah menyinggung komunitas masyarakat,” ujarnya.

Katanya, jika oknum itu ingin mendukung atau mencari simpati  pemerintah, mestinya tidak dengan menyudutkan orang lain dengan dugaan ujaran rasisme.

John Gobai menyayangkan, hingga kini masih ada oknum yang melontarkan ujaran rasisme. Tidak hanya terhadap warga Papua, juga komunitas masyarakat lain di Indonesia.

Padahal, di negara ini berlaku Undang-Undang nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan tindakan rasisme dan diskriminasi. Ia beranggapan, itu disebabkan karena aturan tidak dilaksanakan secara tegas.

“Kami orang Papua sudah terlalu sering mengalami perlakuan rasisme. Kita berharap, ini tidak berdampak ke Papua. Pelakunya adalah oknum, bukan komunitas masyarakat tertentu,” ucapnya.

Kata John Gobai, pihaknya telah bertemu Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw, Senin (25/01/2021). Menyampaikan agar pelaku diproses hukum.

Kapolda Papua menyatakan, akan meneruskan aspirasi itu kepada Mabes Polri karena lokasi terduga pelaku di Jakarta.

“Kami minta kepada warga di Papua, mari kita jaga keamanan agar Papua tetap kondusif. Kalau ada penyampaian pendapat, sampaikan sesuai aturan agar tidak menimbulkan masalah lain,” kata John Gobai. 

Dikutip dari CCNIndonesia, Ambroncius Nababan mengatakan unggahannya di latar belakangi pernyataan Natalius yang menolak vaksin COVID-19 produksi Sinovac.

Menurut Ketua Umum Relawan Pro Jokowi-Amin (Projamin) itu, sebagai relawan Jokowi, ia merasa marah dengan pernyataan Natalius Pigai.

Katanya, hak asasi manusia untuk menolak Sinovac. Akan tetapi jangan memprovokasi seakan akan vaksin Sinovac itu tidak baik dan tidak aman.

Ambroncius mengatakan, dengan kondisi emosional, ia kemudian mencari sesuatu terkait Natalius yang bisa diunggah. 

Ia kemudian menemukan ada foto Natalius yang disandingkan dengan Gorilla. Foto itu sudah banyak beredar dan bukan buatannya. 

“Saya hanya membuat kata-kata untuk unggahan itu. Unggahan itu, ditujukan untuk pribadi Natalius dan bukan untuk masyarakat Papua. Nggak mungkin mengkhianati atau menghina rakyat Papua. Apalagi melakukan rasis, itu sangat tidak masuk akal,” kata Ambrocius. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *