Kantor DPRD Merauke Ditutup 14 Hari setelah Waket Positif Covid-19

Metro Merauke – Kantor DPRD Merauke, Papua ditutup selama 2 pekan ke depan (14 hari). Penutupan itu disampaikan Ketua DPRD Merauke, Benjamin Latumahina, setelah salah satu Wakil Ketua Dewan terkonfirmasi positif Covid 19.

Dijelaskannya, penutupan sementara kantor DPRD terpaksa dilakukan, guna mencegah penyebaran virus corona.

Sedangkan untuk bagian sekretariat dalam menyelesaikan pertanggungjawab keuangan, kata Latumahina, dapat dikerjakan di rumah (work from home).

“Tadi siang, pada saat rapat, Selasa (29/12), dapat informasi dari Direktur RSUD Merauke, yang mana salah satu pimpinan dewan dinyatakan terkonfirmasi Covid 19,” ujarnya kepada wartawan usai penutupan sidang APBD, Selasa (29/12).

“Setelah mendapat kabar itu, langsung lakukan pembahasan bersama fraksi mengenai paripurna ke 3, akhirnya digabungkan dengan penutupan malam ini, Selasa (29/12). Untuk penyampain pemandangan fraksi tidak dibacakan dan diserahkan ke pimpinan lalu diserahkan ke bupati,” jelasnya.

Terkait adanya penambahan kasus baru Covid 19, Tim Gugus Tugas telah melakukan penelusuran, untuk mengetahui siapa saja yang telah melakukan kontak erat dengan yang bersangkutan.

Termasuk dengan melakukan strecing lewat rapid test, terhadap seluruh anggota DPRD Merauke maupun pegawai sekretariatan.
“Untuk memastikan kondisi kesehatan seluruh anggota dewan dan para pegawai di sekretariat pun telah dilakukan rapid test,” tukasnya.

Ketua DPRD, Benjamin Latumahina mengimbau masyarakat, untuk tidak abai akan penerapan protokol kesehatan. Hal itu dinilai penting, demi memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di daerah,

Yakni dengan selalu memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan banyak orang.

Di tempat terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Merauke, dr Nevile Muskita menyebut, adanya penambahan 8 kasus baru yang terkonfirmasi positif virus corona, Selasa (29/12). Dimana, 1 diantaranya merupakan anggota DPRD Merauke.

“Benar ada penambahan 8 kasus baru hari ini. Berdasarkam hasil pemeriksaan swab, diketahui 1 diantaranya anggota legislatif Merauke, dengan riwayat pelaku perjalanan,” ucapnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *