Mengapa Cara Berpakaian Romanus Mbaraka Disoroti?

Metro Merauke – Kaki beralaskan sandal jepit dan baju kaos oblong serta celana pendek. Itulah yang dikenakan Calon Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT saat melakukan kampanye terbatas di kampung-kampung yang dihuni oleh orang asli Marind-Papua.

Dengan berpenampilan seadanya, menarik simpati besar dari masyarakat setempat. Tanpa sekat dan atau jarak, semuanya menyatu. Apalagi Romanus lebih memilih duduk beralaskan dedaunan sambil ‘kaos’ (makan pinang) bersama.

Namun sayangnya, dibalik balutan kesederhanaan yang ditunjukkan Romanus Mbaraka, membuat segelintir orang terutama lawan politik menjadi sirik hingga memberikan hujatan tak masuk akal.

‘Senjata’ yang dimainkan lawan politik itu,  justru dianggap tak mempan. Sehingga diladeni  santai oleh pendukung dan simpatisan militan pasangan Romanus Mbaraka-H. Riduwan.

“Bagi saya sangat lucu ketika lawan politik mempersoalkan cara berpakaian Pak Romanus Mbaraka. Harusnya yang dikritik atau disoroti adalah menyangkut program kerja saat beliau melakukan kampanye,” ungkap salah seorang Tokoh Masyarakat Marind, Hendrikus Hengky Ndiken kepada Metro Merauke pekan lalu.

Menurut Hengky, ketika Romanus memakai sandal jepit dan celana pendek-dipadu baju kaos oblong  saat kampanye di kampung-kampung lokal, sesungguhnya itu sangat tepat.

“Saya mau tanya apakah ada yang salah. Beliau (Romanus;red) adalah orang Marind. Sehingga sangat memahami karakter rakyatnya di kampung,” tegas dia.

Dengan penampilan seperti demikian, justru masyarakat lebih mendekat dan dipastikan tak ada jarak dibangun. “Sesungguhnya karakter pemimpin itu seperti begini yang diinginkan rakyat dibawah,” katanya.

“Masa Pak Romanus melakukan kampanye di kampung-kampung di pedalaman seperti Ngguti, Kaptel maupun Tubang, Kimaam  harus mengenakan sepatu mengkilat, baju kemeja atau jas serta celana panjang? Kan tidak mungkin,” tegasnya. (LKF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *