“Orang Boleh Ngaku Anak Negeri, Namun Ada Ciri-khasnya, Berkulit Hitam dan Berambut Keriting”

Metro Merauke – Calon Bupati dan Wakil Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT-H. Riduwan melakukan kampanye terbatas di sejumlah tempat mulai dari Kampung Muram Sari, Waninggap Kai, Kuper, Kuprik dan Sidomulyo.

Dari pantauan Metro Merauke Kamis (22/10), semangat dan antusias masyarakat menggebu-gebu menyambut kedatangan pasangan nomor urut 3 (tiga) ini. Teriakan dan yel-yel menggema di setiap tempat kampanye.

Masyarakat merindukan sosok pemimpin sederhana seperti begini dengan sejumlah program nyata dan dipastikan dilaksanakan. Karena mereka menyadari lima tahun silam memimpin (2011-2016), Romanus Mbaraka telah banyak berbuat.

Dalam kampanyenya di Kampung Kuper, Cabup Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT mengatakan, semua orang boleh mengaku anak negeri. Namun perlu dicatat  baik-baik, anak negeri itu memiliki ciri-khas tertentu yakni berkulit hitam dan berambut keriting.

“Masyarakat di Kuper kan sudah tahu yang berkulit hitam dan berambut keriting hanya Romanus Mbaraka. Jadi tidak perlu sungkan-sungkan menjatuhkan pilihan. Begitu masuk di bilik dan membuka surat suara, lihat nomor urut tiga dan langsung coblos,” pintanya.

Romanus menjelakan, ada beberapa program  akan disampaikan dan sangat sederhana, bukan  program di langit biru. Lalu sudah pasti dieksekusi atau dilaksanakan ketika terpilih.

Beberapa program yang  sedianya dilaksanakan yakni menurunkan uang melalui kelompok 50 untuk selanjutnya diberikan kepada setiap kepala keluarga (KK). Sehingga dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha.

Berikutnya, lanjut Romanus, mengirim anak-anak yang tamat maupun putus sekolah jenjang pendidikan SMP/SMA hingga perguruan tinggi mengikuti sekolah keterampilan  selama beberapa bulan dan itu dilaksanakan di Jawa, bukan di Papua. Setelah itu mereka akan pulang dengan membawa sertifikat, sekaligus  melamar ke perusahan-perusahan.

“Kenapa itu saya laksanakan, karena banyak anak kita  tak diterima di perusahan, lantaran tak memiliki keahlian, sehingga begitu melamar pekerjaan ditolak,” katanya.

Berangkat dari pengalaman demikian, maka mereka harus dikirim agar ketika mengantongi sertifikat, lebih mudah bekerja di perusahan dan itu pasti diterima. Jika tak diterima, ia berjanji menekan pihak perusahan.

“Saya juga akan memasang wi-fi gratis di sejumlah titik disini dengan tujuan agar anak-anak bisa belajar dengan baik, mengingat masih dalam situasi pandemic covid-19,” ujarnya.

Masyarakat di Kampung Kuper sedang mendengar arahan Cabup Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT | LKF

Selain itu, katanya, ada program pemberian handphone android gratis kepada anak-anak kurang mampu dari jenjang kelas VI SD, III SMP dan juga III SMA agar  digunakan belajar sekaligus mengakses berbagai pekerjaan rumah yang diberikan guru.

Khusus pembangunan perumahan dan pertanian, sudah pasti dilaksanakan. “Kalian semua tahu saya to, apa yang terucap dari bibir hitam ini, pasti dijalankan,” katanya disambut tepuk tangan puluhan warga setempat.

Dia juga meminta kepada masyarakat Kuper harus bisa maju, jangan kalah dengan orang lain. “Nanti saya membina masyarakat disini untuk beberapa kegiatan yang bermanfaat,” katanya.

Selesaikan Gereja dan Masjid
Lebih lanjut Romanus mengatakan, dari kegiatan kampanye di berbagai tempat, pihaknya mendapat laporan masyarakat kalau bangunan gereja maupun masjid tak kunjung diselesaikan. Padahal pada saat dirinya menjabat bupati, dananya telah diberikan.

“Saya tidak tahu kendalanya dimana hingga gereja maupun masjid tak kunjung dirampungkan. Ini menjadi catatan khusus bagi saya dan Pak Haji Riduwan untuk menyelesaikan,” tegasnya. “Apa yang kami sampaikan pasti dilaksanakan, karena pernah memimpin lima tahun silam. Jadi masyarakat tak perlu merasa khawatir,” pintanya. (LKF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *