Tim Sukses Paslon Dilarang Jadi KPPS

Metro Merauke – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Merauke, Papua meminta Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk benar-benar selektif dalam perekrutan Kelompok Penyelanggaraan Pemungkutan Suara (KPPS) dengan memenuhi standar yang disyaratkan di dalam Peraturan KPU.

Salah satu poinnya, terkait larangan petugas Pemilu anggota KPPS, bukan berasal dari unsur parpol maupun menjadi tim sukses salah satu pasangan calon (paslon).

“PPS harus pastikan, jangan sampai KPPS ada dari unsur parpol maupun tim sukses. Itu tidak boleh. Jadi rekrutmen ini benar-benar kita perketat dan selektif, memenuhi persyaratan yang distandarkan PKPU,” ucap Komisioner KPU Merauke, Syahmuhar Zein, kepada wartawan, Sabtu (Sabtu/17/10).

Ketatnya pesyaratan untuk menjadi anggota KPPS, rupanya diketahui sangat mempengaruhi animo warga yang datang mendaftar.

Syahmuhar menyebut, perekrutan KPPS minim peminat, salah satu penyebabnya, banyak warga yang terlibat sebagai tim sukses.

“Yang paling mempengaruhi, di Kota Merauke kesulitan rekrut anggota KPPS, karena banyak warga yang terlibat sebagai tim sukses,” katanya.

Sedangkan terkait honor bagi petugas, Syahmuhar menyebut, pada hajatan Pilkada 2020 ini justru honornya telah dinaikan.

Sementara itu Ketua PPD Merauke, Salim mengatakan, untuk Distrik Merauke sendiri dibutuhkan sebanyak 1.782 anggota KPPS, yang akan bertugas di 198 TPS.

“Hanya saja sampai sekarang, belum ada 20 persen yang mendaftar. Minim sekali peminatnya. Sehingga kita minta ke KPU diberikan tambahan waktu untuk perekrutan lagi,” terangnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *