Bertemu Anggota DPR RI H. Sulaeman L Hamzah, Petani Asli Papua Minta Bantuan Alat Pertanian

Metro Merauke – Anggota Komisi IV DPR RI, H Sulaeman L Hamzah kembali melakukan reses di Merauke. Kesempatan tersebut dimanfaatkannya untuk menjaring aspirasi di tengah masyarakat Kelurahan Kamundu, Distrik Merauke, Minggu (18/10).

Dengan penuh keakraban dan persaudaraan, reses kali ini dilakukan dengan duduk melantai bersama beralaskan terpal.

Pada kesempatan itu, Sulaeman L Hamzah yang didampingi Anggota DPRP, Fauzun Nihayah mendengarkan keluhan para petani asli papua dan kelompok tani.

Seperti dikemukakan Ketua Kelompok Tani Wagip Wagain, Yohanes Y, petani lokal di daerah itu selama ini merasa kesulitan untuk menggarap lahan. Sebab, mereka terkendala minimnya alat pertanian yang dimiliki.

Diungkapkan Yohanes, dari 89 hektar lahan milik warga, yang baru mampu diolah 20 an hektar. Sedangkan 69 hektar masih menjadi lahan tidur.

“Anggota kami sebenarnya mampu bekerja, namun keterbatasan alat pertanian membuat tidak semua lahan digarap. Tentunya kita kesulitan kalau hanya menggarap lahan yang luas dengan cangkul, kita butuh alat pertanian yang memadai,”ucapnya

Menurutnya, supaya benar-benar petani lokal dapat maksimal mengolah lahan, sangat dibutuhkan adanya perhatian pemerintah untuk dapat mendukung lewat bantuan alat-alat pertanian, seperti comben, tleser maupun pompa air.

Di tempat yang sama Ketua Asosiasi Petani Asli Papua, Anselmus K Kaipmen mengatakan, kebutuhan petani dalam mendukung maksimalnya menggarap lahan pertanian di tengah pandemi Covid 19, menjadi penting.

Harapannya dapat mewujudkan ketahanan pangan di masa-masa krisis, seperti pandemi saat ini.

“Saat Covid dengan pembatasan, kita tidak bisa bergantung dan hanya diam diri, sehingga masyarakat harus bergerak untuk tetap kerja, seperti menggarap lahan untuk ketahanan pangan keluarga,” tuturnya.

Diungkapkan Anggota DPRP, Fauzun Nihayah, sejauh ini tidak kurang dari 500 alat pertanian hasil aspirasi yang diperjuangkan Anggota Komisi IV DPR RI, H Sulaeman L Hamzah dan telah disalurkan kepada petani di Merauke.

Mengetahui adanya Asosiasi petani asli Papua di Merauke, lanjut Fauzan Nihayah, perlu mendapat perhatian pemerintah. Dalam hal ini bantuan mekanisasi pertanian.

“Tentu harapannya, agar ke depan petani asli Papua juga dapat maju,” ujarnya.

Dihadapan petani asli Papua, Sulaeman Hamzah mengaku bangga. Sebab, petani lokal saat ini pun telah membaur dengan petani nusantara. Ke depan, katanya, perlu digenjot lagi kemajuannya.

“Terus terang saya merasa bangga, di Merauke petani asli sudah membaur dengan petani Nusantara, di tempat lain kondisi seperti ini belum kita lihat. Adaptasi di sektor pertanian sudah nyata, Hanya belum seimbang. yang sudah biasa bertani produksinya tinggi. Supaya sama, mari kita lihat, kendalanya dimana. Kalau ini kurang maksimal karena tidak didukung dengan alat, maka perlu diseimbangkan,” jelasnya.

Dengan adanya aspirasi masyarakat, berupa kebutuhan alat pertanian, Sulaeman Hamzah mengaku, akan memperjuangkanya hingga ke tingkat pusat.

“Kelompok tani dan Asosiasi petani OAP akan jadi perhatian kita. Aspirasi ini tetap akan saya perjuangkan di pusat, hasilnya segera kita bawa kembali untuk masyarakat,” pungkasnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *