Terganjal Keabsahan Ijazah, Pasangan Hero Dinyatakan Tidak Lolos

Metro Merauke – Penetapan pasangan calon (paslon) peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, telah diputuskan KPU Merauke, Papua, Rabu (23/9).

Dari empat bakal pasangan calon yang mendaftar di KPU pada 4-6 September lalu, tiga dinyatakan lolos. Masing-masing pasangan Romanus Mbaraka – H. Riduwan, Heribertus Silubun – Bambang S Suji dan Hendrikus Mahuse – Edy Santosa.

Sedangkan 1 bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati, Herman Anitu Basik Basik dan Sularso dinyatakan oleh KPU tidak memenuhi syarat.

Tidak lolosnya pasangan Hero itu diketahui setelah KPU Merauke menggelar rapat pleno penetapan paslon peserta Pilkada 2020, Rabu (23/9).

Dikatakan Ketua KPU Merauke, Theresia Mahuse, pasangan Herman Anitu Basik Basik dan Sularso, mendaftar ke KPU Merauke 6 September, diusung Partai Golkar dan Gerindra.

Hanya saja, setelah melalui tahapan verifikasi KPU, pasangan tersebut dinyatakan tidak lolos. Dimana, ijazah Paket C dari bakal calon bupati, Herman Anitu Basik Basik, diverifikasi tidak sah.

“Dari hasil verifikasi, terkait ijazah keabsahan tidak sah. Sehingga pasangan Herman Anitu Basik Basik dan Sularso dinyatakan tidak memenuhi syarat,” ungkapnya.

Dikatakannya, bila ada pihak yang merasa keberatan pasca penetapan paslon Pilkada Merauke, dapat menempuh upaya hukum melalui Bawaslu Merauke, terhitung 3 hari ke depan.

Diketahui, KPU Merauke menggelar rapat pleno secara internal dan tidak mengundang bapaslon maupun tim sukses. Hasil penetapan tersebut, selanjutnya diantar langsung pihak KPU ke sektretariat maupun posko bapaslon. (Nuryani)