Pulang Kampung, Albertus Muyak Dielu-elukan Warga Yatan-Mappi

Nampak Albertus Muyak (kaos abu-abu) berada di tengah-tengah keluarga dan warga Kampung Yatan, Mappi

Metro Merauke – “Berkumpul bersama keluarga, menjadi satu kekuatan tersendiri serta membuka memori tentang sejarah atas kita semua selaku anak adat dan anak aslli Mappi.”

Bagi Albertus Muyak, keluarga merupakan karunia besar Tuhan yang patut disyukuri.

Ya, rasa gembira penuh haru yang terpancar jelas di paras Albertus Muyak tak dapat disembunyikan, saat dirinya menginjakkan kaki di tanah kelahiran, Kampung Yatan, Distrik Nambioman Bapai, Mappi, Papua.

Pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Merauke, seakan tak mau lupa diri, setelah sekian waktu meninggalkan kampung, dirinya merasa perlu terus menjalin silaturahmi bersama keluarga dan masyarakat di Kabupaten Mappi.

Sekelumit penggalan cerita, dalam perjalanan Albertus Muyak pulang kampung dibagikan kepada Metro Merauke.

Diawali dengan kedatangannya bersama rombongan di pelabuhan Mur, Sabtu (5/9), Muyak langsung mendapat sambutan hangat dari keluarga, kerabat maupun warga setempat.

Kedatangan anak ke lima dari pasangan Thobias Muyak dan Theresia Way, dielu-elukan warga yang ikut menjemput dan mengiringi perjalanan rombongan sampai ke Kampung Yatan.

Merasa bersyukur dapat kembali bertemu dengan keluarga besar di kampung halaman, Albertus Muyak dengan didampingi salah satu putranya, Yesaya Petrus Carel Muyak, langsung melaksanakan ibadah di Gereja Salib Suci.

“Sebagai umat manusia tentunya patut bersyukur atas kasih karunia Tuhan. Karenanya, ibadah merupakan bagian terpenting bagi hidup saya serta keluarga. Seperti saat ini, patut saya bersyukur dan berterimakasih kepada Nya,” tuturnya.

Usai berdoa di gereja, Albert Muyak mengunjungi rumah Dionsisus Muyak, kakak kandungnya. Dalam moment kumpul keluarga itu, Muyak mengenang kembali sejarah perjanan hidupnya selaku anak Yatan sekaligus anak adat dan anak asli Mappi.

“Berkumpul bersama keluarga hari ini menjadi satu kekuatan tersendiri serta membuka memori tentang sejarah atas kita semua selaku anak adat dan anak aslli Mappi,” ucapnya dengan meneteskan air mata.

Sebagai anak Mappi, lanjutnya, ia juga memiliki tanggung jawab penuh atas daerahnya. “Dari sinilah leluhur kita berasal hingga sampai pada generasi kita sekarang ini. Oleh sebabnya hati ini akan bersuka cita jika negeri ini maju dan berkembang, sebaliknya hati ini akan menangis pilu jika negeri ini masih jauh dari harapan dan cita-cita besar dari sebuah pembangunan,” katanya.

Sementara itu, Klemes Muyak, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) ikut bersyukur, Albertus Muyak dapat kembali dan melihat kampungnya.

“Kami selaku keluarga bersyukur, ini sebagai momentum untuk mempererat tali kekeluargaan serta saling kasih mengasihi antar sesama,” tukasnya. (Sayd)

Tinggalkan Balasan