Golkar dan Gerindra Antar HERO Mendaftar di KPU

Penyerahan dokumen berkas pendaftaran dari Bapaslon Herman Anitu Basik-Basik dan Sularso kepada KPU Merauke

Metro Merauke – Dua partai politik (parpol), masing Partai Golkar dan Gerindra, mendaftarkan bakal pasangan calon bupati dan calon wakil bupati, Herman Anitu Basik-Basik dan Sularso (HERO) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Merauke, Papua, untuk menjadi peserta dalam Pilkada 2020.

Penyerahan berkas pendaftaran dilakukan pada hari terakhir pendaftaran, Minggu, 6 September.

Saat mendaftar ke KPU, nampak bapaslon HERO didampingi istri masing-masing dan pengurus ke dua partai pengusung, Golkar dan Gerindra.

Ketua KPU Merauke, Theresia Mahuse mengatakan, berkas pendaftaran yang diterima dari bakal paslon Herman Anitu Basik-Basik dan Sularso, meliputi berkas persyaratan pencalonan dan kelengkapan persyaratan calon, dan berdasarkan hasil penelitian dokumen persyaratan, dinyatakan lengkap.

“Adapun hasil penelitian dokumen persyaratan pencalonan dan persyaratan calon telah lengkap dan memenuhi syarat, sehingga berkas pendaftaran bakal paslon diterima,” kata Theresia Mahuze.

Usai melakukan pendaftaran, Herman A Basik-Basik bersama Sularso menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses tersebut. Utamanya untuk Partai Golkar dan Gerindra yang telah mengusung HERO untuk maju bertarung pada Pilkada tahun ini.

Pada kesempatan itu, Herman Anitu Basik-Basik mengungkapkan, sebagai anak asli, dirinya merasa terpanggil untuk ikut maju dalam Pilkada tahun ini.

Katanya, dengan adanya dukungan parpol, Ia yang merupakan Ketua DPD II Golkar Merauke, didampingi Sularso, kader Partai Gerindra, merasa mantap maju bertarung dalam Pilkada.

Sementara itu Sularso mengatakan, sederet program prioritas telah disiapkan pihaknya untuk dilaksanakan dalam waktu lima tahun ke depan.

“Bila nanti kami terpilih, sudah ada program prioritas yang akan dilaksanakan untuk membangun Merauke lima tahun ke depan. Baik infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga peningkatan ekonomi kerakyatan,” ujarnya kepada wartawan.

Semisal untuk pendidikan, lanjutnya, ada pendidikan 9 tahun gratis berpola asrama. Tak hanya itu, HERO menargetkan dalam 5 tahun akan dibangun 1.500 rumah layak huni bagi orang asli Papua. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan