Pencarian 2 Korban Tenggelam KMN Pelita Makmur Dihentikan

Rapat evaluasi pencarian korban KMN Pelita Makmur juga dihadiri keluarga korban dan pemilik kapal

Metro Merauke – Tim SAR gabungan memutuskan untuk menghentikan proses pencarian 2 korban KMN Pelita Makmur yang tenggelam di perairan Torasi, 26 Agustus lalu.

Pencarian 2 korban kecelakaan kapal yang belum ditemukan harus dihentikan, setelah 7 hari pencarian namun tak membuahkan hasil.

Kepala Kantor Pencarian Dan Pertolongan Merauke, Supriyanto Ridwan mengatakan, meski pencarian dihentikan, proses pemantauan tetap dilakukan.

Berkaitan hal tersebut, diadakan rapat evaluasi di posko SAR gabungan yang juga dihadiri perwakilan keluarga korban dan pemilik kapal.

“Berdasarkan Standart Operational Prosedure (SOP), sesuai amanat Undang-Undang SAR nomor 29 tahun 2014, tentang batas waktu pelaksanaan operasi SAR. Dimana ditetapkan batas waktu pelaksanaan awal sebuah operasi SAR selama 7 (tujuh) hari,” terangnya, Rabu (2/9).

Dikatakan Supriyanto Ridwan, upaya pencarian selama ini dilakukan dengan maksimal.

“Walaupun ditutup, tapi bukan berarti operasi selesai begitu saja, kami lakukan pemantauan. Jika kemudian hari ada laporan keberadaan atau tanda-tanda korban, maka operasi SAR akan kami buka kembali,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, 26 Agustus lalu telah tenggelam KMN. Pelita Makmur akibat terhempas ombak besar di perairan Torasi Merauke.

4 korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, masing-masing Banai, Anis, Tompo, dan Marsel. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan