Ketua NU Cabang Merauke Buka Halaqah, Romanus Mbaraka Jadi Pemateri

Para pengurus NU dari setiap distrik yang mengikuti halaqah | LKF

Metro Merauke – Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Merauke, H. Riduwan membuka halaqah (pertemuan atau silaturahmi)  beserta jajaran pengurus di tingkat distrik dan kampung serta   badan otonom, GP Ansor dan lain-lain guna menyusun program strategis organisasi, juga  penguatan umat dari paham yang bertentangan dengan paham NU.

Kegiatan yang berlangsung Sabtu (29/8) itu, dihadiri kurang lebih 100 peserta. Salah satu pemateri yang dihadirkan adalah Drs. Romanus Mbaraka, MT, mantan Bupati Merauke periode 2011-2016.

Ketua Panitia kegiatan, Syamsul Komar saat ditemui Metro Merauke mengatakan, pertemuan dan atau silaturahmi antara pengurus Cabang NU Merauke bersama jajaran di tingkat distrik selama sehari, dihadiri utusan 14 distrik dari total 20 distrik. Setiap distrik diwakili dua orang serta badan otonom dan organisasi kepemudaan serta perempuan.

“Hari ini semua datang dan pertemuan perdana dilangsungkan. Memang kita ingin menyatukan persepsi membangun bangsa dan daerah ini, apalagi menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada). Lalu kita ini kan organisasi besar, sehingga kerukunan serta persaudaraan harus tetap dijaga dan dipelihara,” katanya.

Dalam kegiatan dimaksud, menurutnya, Drs. Romanus Mbaraka, MT yang juga Bakal Calon Bupati Merauke berpasangan dengan H. Riduwan (Ketua NU)  Cabang Merauke  memberikan pandangan tentang peran organisasi dalam membantu pemerintah  mempercepat pertumbuhan perekonomian.

Mantan Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT sedang memberikan materi | LKF

Dikatakan lagi, ada beberapa agenda dibicarakan diantaranya berkaitan dengan penguatan organisasi dari semua tingkatan termasuk program kedepan yang akan dijalankan.

Sementara Ketua NU Cabang Merauke, H. Riduwan mengaku membuka kegiatan dimaksud yang  dihadiri seluruh pengurus NU tingkat distrik, termasuk badan otonom, GP Ansor dan lain-lain guna menyusun program strategis organisasi serta penguatan kepada umat dari paham yang bertentangan dengan paham NU.

Berikutnya, jelas Riduwan, sesungguhnya halaqah adalah konsolidasi organisasi yang pertama dilaksanakan di Kabupaten Merauke. “Seharusnya kami mendatangkan pengurus NU dari pusat, hanya mengingat situasi pandemi covid-19, sehingga diurungkan,” katanya.

“Begitu juga peserta yang hadir dalam kegiatan dimaksud. Jumlahnya dibatasi dan tetap menjaga protokol kesehatan, sesuai anjuran pemerintah. Panitia juga menyiapkan masker sekaligus membagikan kepada tiap peserta,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Riduwan menjelaskan, sebagai Ketua NU Cabang Merauke, dirinya didaulat  PBNU pusat dan provinsi agar mendampingi Drs. Romanus Mbaraka, MT untuk maju dalam pilkada 9 Desember 2020.

“Saya memohon doa restu dari semua orang, termasuk kalangan NU atas kepercayaan yang diberikan mendampingi bapak Romanus Mbaraka dalam perhelatan Pilkada nanti,” pintanya. (LKF)

Tinggalkan Balasan