Muncul Kasus Baru Covid 19, Belajar Tatap Muka di Kurik Ditutup

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merauke, Thiasony Betaubun | Google

Metro Merauke – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merauke, Thiasony Betaubun menegaskan, aktifitas belajar mengajar tatap muka sejumlah sekolah di wilayah Kurik, Merauke dihentikan.

Langkah tersebut terpaksa dilakukan, menyusul adanya temuan kasus baru Covid 19 di daerah tersebut sekaligus untuk mengantisipasi sehingga paparan Covid 19 tidak semakin meluas.

Kendati demikian, kata Betaubun, kegiatan belajar tetap berjalan, dimana pola belajar tatap muka dialihkan dengan sistem daring maupun memberikan tugas bagi siswa.

“Saat ini aktivitas belajar mengajar tatap muka di sejumlah sekolah di Distrik Kurik, sementara ditutup. Mengingat di wilayah tersebut diketahui ada warga terkonfirmasi terpapar Covid 19,” ujarnya kepada Metro Merauke, Kamis (6/8).

Menurut Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, pihaknya belum dapat memastikan penutupan aktivitas belajar di Kurik selama berapa hari.

Bahkan, bila trend kasus virus korona di Kabupaten Merauke terus meningkat, katanya, dimungkinkan aktivitas belajar tatap muka di beberapa distrik ikut ditutup.

“Kami terus memantau, bila minggu depan kasus Covid 19 terus bertambah, terpaksa belajar tatap muka kembali ditutup. Proses belajar dialihkan dengan memberikan tugas di rumah maupun kunjungan ke rumah serta sistem daring,” jelasnya.

Sementara itu, lanjutnya, saat ini untuk sekolah di beberapa distrik yang masih zona hijau, seperti Distrik Tabonji, Ilwayab, Tubang, Okaba, Kimaam diminta tetap mengikuti perkembangan. Dan yang tak kalah penting sekolah perlu menerapkan protokol kesehatan dengan baik. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan