Dampak Penutupan Jalan di Boven Digoel, Stok Bapok Mulai Menipis

Kepala Dinas Perindagkop saat berada di pasar sentral Tanah Merah, Boven Digoel

Metro Merauke – Lebih dari sepekan terakhir, harga kebutuhan sejumlah bahan pokok (bapok) di Boven Digoel, Papua mulai naik.

Hasil pantauan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Boven Digoel mencatat adanya kenaikan harga untuk beberapa jenis sembako.

Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Boven Digoel, Maria Kambandum menjelaskan, selain harganya yang mulai melonjak naik, ketersediaan barangnya pun mulai menipis.

Pihaknya menilai, kenaikan harga sejumlah barang selama ini dipicu tidak adanya pasokan barang dalam beberapa hari terakhir ke Boven Digoel dari Merauke, menyusul adanya penutupan sementara ruas jalan untuk dilakukan perbaikan.

“Selama ini sejumlah kebutuhan barang di Boven Digoel masih dipasok dari Merauke. Pada saat jalan ditutup, stok bapok menjadi terbatas dan sedikit,” katanya kepada Metro Merauke, Senin (3/8).

Beberapa barang yang mengalami kenaikan harga, semisal telur ayam, sebelumnya per raknya dijual Rp75.000, kini telah naik, Rp100 ribu hingga Rp120.000/rak.

Tak hanya itu, harga bawang merah dan bawang putih juga ikut naik, dari harga Rp55.000/kg naik menjadi Rp75-Rp80 ribu/kg.

Sedangkan untuk harga cabe pun saat ini dijual di pasaran dengan harga Rp100/kg.

Untuk mengantisipasi kelangkaan bapok, pihaknya telah menyiapkan rekomendasi untuk pemasok melakukan mobilitas pengangkutan logistik bahan makanan ke Boven Digoel.

“Untuk permasalahan ini, kami telah melakukan komunikasi dengan Wakil Bupati kemudian menyiapkan rekomendasi untuk pengangkutan barang ke Boven Digoel,” jelasnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan