Jalin Sinergitas Pelaku Usaha Perikanan, SKIPM Adakan Coffee Morning

Foto ist

Metro Merauke – Stasiun KIPM Merauke mengadakan kegiatan coffee morning bersama stakeholder terkait pelaku usaha perikanan, Rabu (29/7).

Dikatakan Kepala SKIPM Merauke, Nikmatul Rochman, pelaku usaha perikanan diharapkan mendukung tertibnya administrasi dan teknis kepatuhan pelaku usaha untuk mengikuti standar operasional dan prosedur (SOP) perkarantinaan ikan.

Dikatakannya, pertemuan tersebut merupakan kegiatan yang ke tiga kalinya sepanjang tahun 2020.

Kegiatan dihadiri langsung Kepala Kantor PT. POS Indonesia, jasa ekspedisi laut, jasa ekspedisi udara, dan para pelaku usaha perikanan yang memasukan ikan dan produk perikanan yang ada di Merauke.

Foto ist

“Kegiatan coffee morning ini juga merupakan upaya untuk menjalin sinergi yang harmonis antara pihak-pihak terkait. Tujuannya agar pelayanan penerbitan Sertifikat Kesehatan Ikan dan Produk Perikanan tidak terdapat kendala yang dapat menghambat pengiriman maupun pemasukan komoditi perikanan,” terangnya.

Ditambahkan, sejak 2019, pihaknya telah mendorong pelaku usaha perikanan di Kota Merauke untuk dapat menerapkan Program Manajemen Mutu Terpadu (PMMT).

Sehingga, lanjutnya, proses penerbitan sertifikat kesehatan ikan dan produk perikanan dapat diterbitkan dalam waktu yang singkat.

“Misalnya untuk SOP Penerbitan Health Certificate For Fish And Fishery Products Berbasis CKIB (Cara Karantina Ikan yang Baik) dan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points), hanya membutuhkan waktu pelayanan 2 jam 40 menit,” terangnya.

Melalui pertemuan bersama itu, diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pelaku usaha terhadap standard operasional dan prosedur pengiriman dan pemasukan komoditi perikanan.

Dalam kesempatan itu pelaku usaha perikanan yang mendatangkan ikan hias mengharapkan, penanganan ikan hias harus mendapat prioritas utama untuk secepatnya dikeluarkan dari area kargo, karena jauhnya jarak transportasi membuat ikan lelah, sehigga memerlukan penanganan yang khusus.

Coffe morning bersama stakeholder pelaku usaha perikanan berlangsung dengan mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, pengukuran suhu tubuh, self-assesment, dan menjaga jarak. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan