Monitoring Coklit di 11 Kelurahan, Ketua KPU Sebut Ada Kendala PPDP

Ketua KPU Merauke, Theresia Mahuze ikut turun langsung monitoring guna memastikan pelaksanaan Coklit 

Metro Merauke – Pelaksanaan pencocokan dan penelitian data pemilih dalam rangka menghadapi Pilkada 2020 sudah berlangsung dua pekan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Merauke, Papua belum lama ini turun langsung melakukan monitoring jalannya Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang tengah berjalan, khususnya di 11 kelurahan se Distrik Merauke.

Ketua KPU Merauke, Theresia Mahuze mengungkapkan, dari hasil monitoring tersebut dipastikan Coklit berjalan dengan baik.

Meski begitu, diketahui ada petugas lapangan yang menghadapi kendala, semisal adanya pemilih yang tidak bersedia menerima petugas PPDP, karena takut tertular Covid 19.

“Di salah satu kelurahan, ada warga yang menolak petugas, alasannya, karena takut tertular virus corona,” ujar Ketua KPU Merauke, Theresia Mahuze, Selasa (28/7).

Diakuinya, dalam menjalankan tugas tahapan Pilkada saat ini, termasuk Coklit di tengah pandemi, memang tidak mudah dan butuh kerja keras.

Untuk itu, lanjutnya, petugas Coklit data pemilih diminta tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Demi mencegah penularan virus corona, setiap petugas PPDP telah dibekali Alat Pelindung Diri (APD) dan wajib digunakan dalam bertugas.

“Petugas wajib menggunakan masker, dan jaga jarak ketika akan melakukan pendataan kepada pemilih sehingga dapat mencegah penularan covid-19,” tegasnya.

Pihaknya berharap petugas PPDP untuk dapat melakukan tugas pendataan yang akurat.

“Kita juga imbau masyarakat untuk dapat menerima petugas PPDP. Sehingga nantinya petugas mendapatkan data akurat, tidak abal-abal dan bisa dipertanggungjawabkan dalam kelancaran Pilkada 2020,” katanya.

Dari hasil monitoring di 11 kelurahan, perekapan data pemilih lewat Coklit telah mencapai 80 persen. Dipastikan, hingga 13 Agustus mendatang, Coklit dapat rampung dilakukan.

“Selain di Distrik Merauke, monitoring Coklit juga akan kita lakukan di distrik-distrik lainnya. Masih tersisa dua pekan untuk Coklit. Kami optimis bisa selesai tepat waktu,” pungkasnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan