Safari Gemarikan, 1.000 Paket Olahan Ikan Dibagikan di Merauke dan Boven Digoel

Anggota Komisi IV DPR RI, H Sulaeman L Hamzah menyerahkan bantuan kepada warga penerima

Metro Merauke – Sebagai bentuk Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), sebanyak 1.000 paket produk olahan ikan dibagikan untuk masyarakat di Merauke, Boven Digoel, Papua. Masing-masing daerah kebagian 500 paket.

Kabupaten Merauke sendiri menjadi titik ke 80 dari total 110 titik di 21 provinsi sasaran Safari Gemarikan. Program tersebut diinisasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerjasama dengan mitra kerja Komisi IV DPR RI.

Di Merauke, penyerahan bantuan dilakukan di aula Kantor Distrik Merauke, Senin (27/7).

Dikatakan Direktur Pemasaran KKP, Machmud, pembagian paket olahan produk ikan untuk membantu imunitas tubuh masyarakat, sekaligus mendukung langkah pemerintah untuk menangani dampak wabah pandemi covid-19.

“Tujuan kegiatan dalam rangka penanganan stunting, penyerapan produk UKM/pembudidaya/nelayan dan penanggulangan Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu Sekda Merauke, Ruslan Ramli mengungkapkan, Merauke dengan potensi perikanan, hanya saja produksi perikanan yang dihasilkan di daerah ini justru belum berdampak terhadap kesejahteraan nelayan dan masyarakat.

Untuk itu, katanya perlu didorong hadirnya indusri perikanan di Merauke. Hal itu sejalan untuk mensukseskan gerakan memasyarakatkan makan ikan sekaligus dapat memberi nilai tambah untuk masyarakat.

Di tempat yang sama, Anggota Komisi IV DPR RI, H Sulaeman L Hamzah mengatakan, program Gemarikan lewat pembagian bermacam olahan ikan, semuanya dibeli langsung dari kelompok UMKM lokal.

Dengan begitu, selain sebagai upaya memberikan makanan bergizi untuk warga, sekaligus lewat program ini memberikan rangsangan pelaku usaha lokal tetap bangkit di tengah pandemi.

“Kondisi covid memaksa semua kementrian dan lembaga memangkas anggaran dari biasanya, praktis banyak program yang tidak jalan. Kepedulian dari kementerian nyata. Dan program ini sangat membantu UMKM juga masyarakat di masa pandemi covid 19,” tukas Sulaeman. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan