Tuntut ULP, Guru-guru Datangi Dinas P dan K

Nampak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merauke, Thiasony Betaubun memberi penjelasan kepada sejumlah guru yang menuntut pembayaran ULP

Metro Merauke – Sejumlah guru di Merauke, Papua, Rabu siang (22/7) mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

Mereka mendesak Kepala Dinas P dan K Merauke, segera membayarkan tunjangan uang lauk pauk (ULP) selama tiga bulan terakhir. Mulai April, Mei dan Juni.

“Kami, guru merasa kecewa, dimasa covid 19 kita tetap kerja isi nilai raport kelulusan, mengapa Pengawas dan staf dinas dapat ULP , sedangkan guru-guru TK, SD dan SMP tidak dapat. Kita minta ULP 3 bulan segera dibayar,” kata Maria Magdalena, salah satu Guru SD Sarsang, Merauke.

Menjawab tuntutan para guru, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Thiasony Betaubun menjelaskan, dampak dari Covid 19, telah terjadi pergeseran anggaran.

Dimana, lanjutnya, seluruh Organisasi Perangkat Daerah perlu memberikan kontribusi.

“Anggaran dipotong dan ketika semua dari OPD dipotong, maka DPA perlu diperbaiki dan sampai hari ini DPA belum ada ditangan kami,” jelasnya.

Menurutnya, berdasarkan informasi dari bagian anggaran, tunjangan ULP yang dibayarkan untuk 9 bulan.

“Seluruhnya terima yang sama, DPA yang turun untuk 9 bulan,” pungkasnya.

Menindaklanjuti permasalahan tersebut, PGRI setempat berencana akan mendampingi guru-guru untuk bertemu anggota DPRD Kabupaten Merauke. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan